Pelindo Pangkas 17 Anak Usaha: Dony Oskaria Targetkan Rampung Akhir 2026

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Pelindo Pangkas 17 Anak Usaha: Dony Oskaria Targetkan Rampung Akhir 2026
BAGIKAN:

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengumumkan penyederhanaan struktural PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo secara drastis. Dari total 41 entitas yang sebelumnya beroperasi, jumlah tersebut akan dipangkas menjadi hanya 24 perusahaan melalui program streamlining yang ditargetkan selesai pada 2026. Langkah ini menandai pergeseran strategi korporasi yang bertujuan memangkas lapisan birokrasi yang selama ini dianggap membebani efektivitas operasional pelabuhan negara.

Dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (28/9), Dony menegaskan bahwa pemangkasan ini hanyalah fase pertama. "Transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar," ujar Dony. Sebagai COO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, ia menegaskan bahwa konsolidasi ini tidak bisa dilepaskan dari arsitektur baru investasi nasional yang kini terpusat di bawah kendali lembaga tersebut.

Terdapat 17 entitas anak usaha yang menjadi sasaran penataan. Dari jumlah tersebut, 11 entitas telah berhasil menyelesaikan aksi korporasi secara mandiri. Sisanya, enam entitas, diberikan tenggat waktu ketat untuk rampung paling lambat 31 Desember 2026. Proses penghapusan atau penyatuan ini dilakukan melalui empat skema utama: merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi. Mekanisme ini dipilih untuk memastikan efisiensi aset dan hilangnya tumpang tindih fungsi antar anak usaha.

Perubahan tidak hanya terjadi pada kuantitas, tetapi juga pada arsitektur manajemen. Pelindo menggeser model pengelolaannya dari sebelumnya strategic holding menjadi active management. Pergeseran paradigma ini berarti holding tidak lagi hanya menjadi penentu arah strategis dari kejauhan, melainkan turun tangan lebih langsung dalam pengelolaan operasional utama. Pembagian peran antara holding, kawasan regional, service line, dan entitas usaha di bawahnya akan diperjelas secara rinci untuk menutup celah koordinasi yang selama ini ambigu.

Dony menilai pilihan melakukan transformasi ini sangat tepat mengingat dukungan ekosistem yang baru. "Pilihan untuk melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan," katanya. Dengan hilangnya hambatan struktural dari segmen entitas, grup Pelindo diharapkan mampu merespons dinamika pasar pelabuhan global dengan lebih lincah. Penyederhanaan struktur ini menjadi prasyarat mutlak sebelum Pelindo mereformasi model bisnisnya menjadi lebih kompetitif dan profitabel di masa depan.

Analisis Redaksi

Langkah pemangkasan 40% entitas anak usaha ini bukan sekadar efisiensi rutin, melainkan sinyal kuat bahwa korporasi BUMN pelabuhan sedang mengalami restrukturisasi mendalam. Perhentian pada angka 24 entitas menunjukkan adanya penghapusan total terhadap unit-unit bisnis yang dianggap non-performing atau duplikatif. Dengan target waktu yang sangat pendek, yakni akhir 2026, manajemen Pelindo menghadapi tekanan besar untuk mengeksekusi likuidasi dan merger tanpa mengganggu kontinuitas layanan logistik yang vital bagi ekspor-impor nasional.

Pergeseran dari strategic holding ke active management mengindikasikan bahwa Pelindo akan lebih agresif dalam intervensi operasional. Ini adalah respons logis terhadap kebutuhan efisiensi biaya yang tinggi di sektor infrastruktur. Namun, pengawasan publik perlu diwaspadai dalam proses divestasi dan likuidasi terhadap enam entitas yang belum rampung. Transparansi terhadap nilai aset yang dilepas menjadi krusial agar tidak terjadi kerugian negara di tengah konsolidasi yang didorong oleh BPI Danantara. Keberhasilan transformasi ini akan menjadi tolok ukur baru bagi tata kelola BUMN lainnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸