Klarifikasi Persija: Tunggakan APPI Bukan Gaji, Melainkan Bonus Pemain

- Persija Jakarta resmi meluruskan informasi yang beredar terkait status keuangan klubnya.
- Macan Kemayoran menegaskan bahwa tagihan yang tercatat dalam laporan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) bukanlah tunggakan gaji rutin, melainkan hak bonus penampilan milik salah satu pemain.
- Klarifikasi ini disampaikan sebagai respons langsung atas nama Persija yang tercantum dalam daftar 24 klub yang dianggap belum memenuhi kewajibannya kepada pemain pada Jumat (6/11/2026).
Persija Jakarta resmi meluruskan informasi yang beredar terkait status keuangan klubnya. Macan Kemayoran menegaskan bahwa tagihan yang tercatat dalam laporan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) bukanlah tunggakan gaji rutin, melainkan hak bonus penampilan milik salah satu pemain. Klarifikasi ini disampaikan sebagai respons langsung atas nama Persija yang tercantum dalam daftar 24 klub yang dianggap belum memenuhi kewajibannya kepada pemain pada Jumat (6/11/2026).
Menyikapi rilis resmi dari APPI tersebut, manajemen Persija mengambil tindakan korektif dengan menyelesaikan seluruh kewajiban yang tercatat pada hari yang sama, 6 November 2026. Melalui pernyataan tertulisnya, Persija memastikan bahwa tidak ada lagi sisa kewajiban sebagaimana yang disebutkan dalam laporan APPI yang belum dituntaskan. Langkah cepat ini diambil untuk menjaga reputasi klub dan memastikan transparansi finansial di hadapan komunitas sepak bola nasional.
Prioritas Manajemen dan Penyelesaian Administratif
Persija memposisikan pemenuhan hak pemain sebagai prioritas utama dalam tata kelola klub mereka. Manajemen menegaskan bahwa komitmen tersebut merupakan bagian integral dari upaya membangun lingkungan sepak bola profesional yang sehat dan tertib. "Persija senantiasa menempatkan pemenuhan hak pemain sebagai salah satu prioritas utama dalam pengelolaan klub," tulis keterangan resmi Persija. Pernyataan ini sekaligus menjadi respons terhadap sorotan APPI yang mengawasi kepatuhan klub-klub Liga Indonesia dalam memenuhi kontrak dan hak pekerja di sektor industri sepak bola.
Menurut rincian yang disampaikan klub, isu yang muncul semata-mata berkaitan dengan pencairan bonus performa, bukan gaji pokok pemain. Persija menyatakan menghargai perhatian APPI terhadap perlindungan hak-hak pesepakbola profesional dan berjanji akan terus menjaga tanggung jawab dalam setiap aspek pengelolaan operasional klub di masa mendatang.
Konteks Laporan APPI dan Sengketa Nasional
Klarifikasi Persija ini hadir di tengah tekanan administratif yang melanda sepak bola Indonesia. APPI mencatat bahwa secara nasional terdapat 24 klub dengan sengketa pemenuhan kewajiban kepada pemain. Total nilai tunggakan yang dilaporkan mencapai Rp 14,6 miliar ditambah 61.329 dolar AS.
Beberapa kasus dalam daftar APPI merupakan persoalan lama yang belum menemukan titik terang, termasuk tunggakan yang melibatkan Kalteng Putra dan Sriwijaya FC. Dengan menyelesaikan kewajiban bonus tersebut, Persija berharap dapat menepis stigma sebagai klub yang menunggak hak pemain, sementara kasus-kasus lama lainnya masih menjadi tanggung jawab bagi para pihak terkait untuk diselesaikan demi keadilan di dunia sepak bola Indonesia.
BERITA TERKAIT (MotoGP)

Sunderland Tekuk Chelsea 1-0: Penalti Enzo Le Fee Jebloskan The Blues ke Peringkat 5

Persija Menang Susah Payah 1-0 atas Persebaya, Krisis Rumput JIS Kembali Jadi Sorotan

Lazio Gagal Jarakkan Jarak di Puncak, Imbang 1-1 Melawan Napoli Berkat Gol Bunuh Diri Pedraza
