Kiamat di Hutan Shakahola: Paul Mackenzie Divonis 200 Tahun Penjara Atas Kematian 190 Anak

- Paul Mackenzie , pemimpin sekte kiamat di Kenya, resmi dijatuhi hukuman 200 tahun penjara oleh pengadilan di Mombasa atas tuduhan pembunuhan massal terhadap 190 anak dan satu orang dewasa.
- Vonis keras ini dijatuhkan dua minggu setelah Mackenzie dinyatakan bersalah dalam kasus yang diakui sebagai salah satu bencana sekte paling brutal dalam sejarah dunia.
- Kasus ini mengungkap kebiadaban sistematis di dalam organisasi Good News International .
Paul Mackenzie, pemimpin sekte kiamat di Kenya, resmi dijatuhi hukuman 200 tahun penjara oleh pengadilan di Mombasa atas tuduhan pembunuhan massal terhadap 190 anak dan satu orang dewasa. Vonis keras ini dijatuhkan dua minggu setelah Mackenzie dinyatakan bersalah dalam kasus yang diakui sebagai salah satu bencana sekte paling brutal dalam sejarah dunia. Penasihat hukum dan jaksa penuntut menyoroti fakta mengerikan bahwa para pengikut diperintahkan untuk membiarkan diri dan anak-anak mereka kelaparan hingga mati, dengan alasan agar dapat masuk surga sebelum dunia kiamat.
Kasus ini mengungkap kebiadaban sistematis di dalam organisasi Good News International. Menurut keterangan jaksa, anggota sekte tidak hanya dipaksa berpuasa ekstrem, tetapi juga diancam dan dipukuli jika tidak menuruti perintah. Bukti forensik memperlihatkan tragedi yang dalam; mayat-mayat korban ditemukan berserakan di kuburan dangkal di hutan Shakahola, dan beberapa di antaranya dikubur dalam keadaan masih hidup. Meskipun Mackenzie membantah tuduhan pembunuhan dengan klaim bahwa ia tidak memaksa korban kelaparan, pengadilan secara tegas menolak argumen tersebut dan memvonisnya dengan hukuman maksimal untuk setiap kasus pembunuhan.
Akar Pengawasan dan Larangan Institusional
Sebelum tragedi terbuka, Paul Mackenzie sebenarnya telah lama berada dalam radar polisi Kenya. Sejak 2017, ia sudah dipantau setelah polisi menggeledah tempat usahanya, dan pada tahun 2019, otoritas resmi menutup gerejanya. Gagal beroperasi secara legal, ia memindahkan basis pengikutnya ke hutan Shakahola. Di sana, ia memberlakukan larangan total terhadap pendidikan dan perawatan medis untuk anak-anak, dengan menyabotase lembaga sekolah dan rumah sakit sebagai 'lembaga setan'. Lingkungan pengikutnya sangat primitif, tinggal di gubuk darurat yang terbuat dari terpal dan jerami, yang memperburuk kondisi kesehatan fisik mereka.
Titik Kebocoran Informasi dan Respon Negara
Penderitaan tersembunyi para pengikut akhirnya terkuak pada Maret 2023. Seorang pria dilaporkan menghubungi polisi, menginformasikan bahwa saudaranya telah membiarkan anak mereka kelaparan hingga mati di hutan atas perintah langsung dari Mackenzie. Laporan inilah yang memicu operasi keamanan dan penangkapan pemimpin sekte tersebut. Beberapa pekan setelah penangkapan, tim penyelidik berhasil menemukan kuburan massal yang menjadi bukti fisik dari kekejaman yang dilakukan. Kasus ini telah mengguncang sendi-sendi masyarakat Kenya, memicu perubahan kebijakan pengawasan terhadap kelompok-kelompok berbasis agama yang memiliki potensi radikalisme ekstrem dan pelanggaran hak asasi manusia.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Ketegangan di Kuartet Agung: PM Anwar Ditekan Istana & UMNO Gara-Gara Tahanan Rumah Najib Razak

Tiga Tentara Tewas dalam Serangan Drone di Kolombia, Tekanan Konfrontatif De La Espriella Picu Eskalasi Kekerasan

Houthi Klaim Serahkan Enam Serangan Militer ke Riyadh, Sasar Fasilitas Strategis Aramco dan Bandara King Khalid
