Batal Main di Yordania, Timnas Indonesia Gagal Uji Coba Tandang Sejak 2019
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Bek Timnas Indonesia , Rizky Ridho , resmi mengungkap alasan di balik batalnya agenda uji coba Garuda pada FIFA Matchday November 2026 .
- Keputusan pembatalan ini didasari oleh kekhawatiran serius dari para pemain terkait faktor keamanan, mengingat kondisi konflik yang belum mereda di kawasan Timur Tengah .
- Rencana awal yang bertujuan untuk memperkuat skuat justru berujung pada kegagalan berlayar ke Yordania.
Bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, resmi mengungkap alasan di balik batalnya agenda uji coba Garuda pada FIFA Matchday November 2026. Keputusan pembatalan ini didasari oleh kekhawatiran serius dari para pemain terkait faktor keamanan, mengingat kondisi konflik yang belum mereda di kawasan Timur Tengah. Rencana awal yang bertujuan untuk memperkuat skuat justru berujung pada kegagalan berlayar ke Yordania.
Rizky Ridho menjelaskan bahwa secara jadwal, timnas sedianya akan menjalani dua laga krusial, yaitu melawan tuan rumah Yordania dan kemudian menjamu Kuwait di Amman. Namun, situasi geopolitik yang memanas membuat para pemain merasa terancam keselamatan mereka. "Awalnya kami dijadwalkan bertanding melawan Yordania dan Kuwait di Amman. Namun, banyak pemain yang merasa khawatir bermain di sana karena faktor keamanan di kawasan sekitarnya," ujar Ridho dalam keterangan resminya. Ketidakpastian ini memicu diskusi intensif di internal tim untuk mencari alternatif yang aman.
Eksplorasi Opsi Alternatif dari Siprus hingga Turki
Sebagai upaya mitigasi risiko, PSSI dan tim pelatih merancang skenario pergeseran lokasi. Rencana awal adalah memindahkan pemusatan latihan (TC) ke Siprus, di mana tim hanya akan transit selama 24 jam di Yordania sebelum melanjutkan perjalanan untuk menghadapi Kuwait. Namun, opsi ini kandas setelah pihak lawan di Siprus dianggap enggan menyanggupi pertandingan. Selanjutnya, mata beralih ke Turki sebagai lokasi alternatif terakhir. Kabar ini bahkan sempat melantus di media berbahasa Arab, menunjukkan betapa tingginya antusiasme dan ekspektasi publik. Sayangnya, hingga mendekati waktu pertandingan, kesepakatan dengan calon lawan di Turki tak kunjung tercapai.
Alternatif Jaga Kebersamaan di Bali
Dengan runtuhnya seluruh opsi luar negeri, PSSI mengambil langkah strategis untuk tetap menjaga kebersamaan tim selama jendela internasional. Solusi akhir yang dipilih adalah menggelar pemusatan latihan di Bali. "Jadi solusinya, agar kebersamaan tim tetap terjaga, diadakan TC di Bali," kata Ridho, menegaskan bahwa fokus tim saat ini adalah menjaga chemistry dan kesiapan fisik tanpa harus mempertaruhkan keselamatan di zona konflik. Sebagai konsekuensi logis dari pembatalan ini, Tim Merah-Putih resmi absen dari agenda uji coba tandang. Mereka kehilangan momentum untuk kembali berlaga di luar kandang, sebuah prestasi yang terakhir kali tercapai pada Juni 2019. Kekosongan pertandingan resmi internasional ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih untuk mengukur kualitas tim menjelang turnamen-tournament besar berikutnya.
BERITA TERKAIT (MotoGP)

Sunderland Tekuk Chelsea 1-0: Penalti Enzo Le Fee Jebloskan The Blues ke Peringkat 5

Persija Menang Susah Payah 1-0 atas Persebaya, Krisis Rumput JIS Kembali Jadi Sorotan

Lazio Gagal Jarakkan Jarak di Puncak, Imbang 1-1 Melawan Napoli Berkat Gol Bunuh Diri Pedraza
