Wamenko Perekonomian: Ekonomi Digital dan AI Jadi Motor Pertumbuhan Baru, Bukan Hanya Peluang, Tapi Kebutuhan
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Menurutnya, pusat data dan ekosistem digital kini bukan lagi sekadar infrastruktur pendukung, melainkan inti dari aktivitas ekonomi baru yang menuntut kesiapan sumber daya manusia yang lebih adaptif.
- Dradjad menekankan bahwa transformasi ini tidak bisa berjalan sepihak; ia memerlukan sinergi kebijakan yang masif untuk memastikan bahwa lonjakan teknologi tidak menciptakan kesenjangan baru.
- Ekonomi Digital & AI: Dibuka sebagai pasar tenaga kerja profesional baru melalui pengembangan pusat data dan teknologi.
Dradjad Hari Wibowo, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi digital, pengembangan kecerdasan artifisial (AI), dan penguatan sektor kreatif harus dipandang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang strategis. Pernyataan ini disampaikan Dradjad dalam program CNBC Indonesia Power Lunch di Jakarta, Sabtu, sebagai respons terhadap perubahan struktur perekonomian nasional yang didorong oleh percepatan teknologi dan dinamika geopolitik global. Menurutnya, pusat data dan ekosistem digital kini bukan lagi sekadar infrastruktur pendukung, melainkan inti dari aktivitas ekonomi baru yang menuntut kesiapan sumber daya manusia yang lebih adaptif.
Arus Balik Kebijakan: Dari Investasi hingga Hilirisasi
Strategi yang diusulkan pemerintah mengintegrasikan tiga pilar utama: pendorong investasi, penguatan hilirisasi industri, dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Dradjad menekankan bahwa transformasi ini tidak bisa berjalan sepihak; ia memerlukan sinergi kebijakan yang masif untuk memastikan bahwa lonjakan teknologi tidak menciptakan kesenjangan baru. Sebagai bagian dari upaya diversifikasi, pemerintah juga menunjuk sektor pariwisata sebagai lokomotif penyerapan tenaga kerja formal baru, di mana keberhasilannya tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, tetapi pada inovasi produk dan layanan yang memberikan pengalaman unik bagi wisatawan.
- Ekonomi Digital & AI: Dibuka sebagai pasar tenaga kerja profesional baru melalui pengembangan pusat data dan teknologi.
- Hilirisasi & Investasi: Diperkuat untuk memastikan nilai tambah ekonomi tetap berada di dalam negeri.
- Sektor Kreatif & Pariwisata: Diinovasikan melalui penciptaan produk yang mampu mengubah pola konsumsi masyarakat.
Tantangan SDM dan Masa Depan Pasar Kerja
Menyikapi potensi disrupsi yang terjadi, Dradjad mengingatkan bahwa perubahan teknologi dan AI mengubah kebutuhan dunia kerja secara fundamental. Tantangan ini harus dijawab dengan kesiapan sumber daya manusia agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas. "Karena itu, transformasi ekonomi perlu diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," tegasnya. Pemerintah kini memfokuskan upaya pada adaptasi pelaku usaha terhadap perubahan perilaku konsumen, sehingga daya saing perekonomian Indonesia dapat tetap terjaga di tengah persaingan global yang semakin kompleks.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Krisna Bayu Kritik Sistem SEA Games 2027: Reformasi Mendesak untuk Menjaga Keadilan Olahraga

Di Tengah Badai Flu, Gol Istimewa Ivan Mamut Jadi Pembeda Persija vs Persebaya

Fusi Budaya Sunda-Betawi dan Teknologi Canggih Tandai Pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026
