Veda Ega Pratama Kewalahan di FP2 Moto3 Qatar, Hakim Danish Raih Puncak Podium Virtual

- Prestasi membanggakan kembali dicatat oleh duet pembalap muda Indonesia dalam ajang Moto3 , meskipun dinamika sesi latihan bebas kedua (FP2) di Sirkuit Lusail memperlihatkan kontras performa yang mencolok.
- Hakim Danish sukses tampil impresif dengan finis di posisi ketiga, sementara rekan senegara, Veda Ega Pratama , harus puas berada di urutan ke-18 pada sesi yang berlangsung Sabtu (7/11) sore WIB tersebut.
- Hasil ini menegaskan persaingan ketat antar-pembalap junior dalam memburu catatan waktu terbaik di lintasan Qatar.
Prestasi membanggakan kembali dicatat oleh duet pembalap muda Indonesia dalam ajang Moto3, meskipun dinamika sesi latihan bebas kedua (FP2) di Sirkuit Lusail memperlihatkan kontras performa yang mencolok. Hakim Danish sukses tampil impresif dengan finis di posisi ketiga, sementara rekan senegara, Veda Ega Pratama, harus puas berada di urutan ke-18 pada sesi yang berlangsung Sabtu (7/11) sore WIB tersebut. Hasil ini menegaskan persaingan ketat antar-pembalap junior dalam memburu catatan waktu terbaik di lintasan Qatar.
Fluktuasi Posisi Veda Ega dan Keunggulan Awal Hakim Danish
Diawali dengan optimisme, Veda Ega sempat menempati posisi ketujuh pada awal FP2, namun performanya menurun menjadi kedelapan. Tidak lama berselang, posisinya terus merosot hingga ke peringkat ke-13 dan bertahan di situ hingga 15 menit terakhir sesi. Veda Ega, yang baru berusia 17 tahun, tampak kesulitan mengoptimalkan waktu satu putaran penuh di Sirkuit Lusail, sehingga posisinya kembali turun drastis ke urutan ke-18 dengan sisa waktu delapan menit. Situasi berbeda dialami Hakim Danish, pembalap asal Malaysia yang mewakili Indonesia, yang langsung melesat ke posisi kedua di sesi awal, tepat di bawah Maximo Quiles yang menjadi pembalap tercepat pada fase tersebut.
Menjelang akhir sesi, hirarki posisi kembali berubah. David Almansa naik ke posisi kedua, sementara Hakim Danish tetap bertahan di zona tiga besar. Quiles masih mempertahankan predikat tercepat, disusul Almansa di posisi kedua, dan Hakim Danish di urutan ketiga. Veda Ega, yang tidak berhasil memperbaiki catatan waktu di sisa waktu yang ada, mengunci posisinya di peringkat ke-18 hingga bendera finis dikibarkan.
Implikasi Hasil FP2 Menuju Sesi Kualifikasi
Hasil FP2 ini menjadi indikator penting sebelum masuk ke sesi kualifikasi yang menentukan posisi start. Bagi Hakim Danish, finis di tiga besar membuktikan konsistensi dan adaptasi cepatnya terhadap karakter lintasan Lusail, menjadikannya kandidat kuat untuk memperebutkan pole position atau posisi start dekat depan. Sebaliknya, Veda Ega Pratama perlu melakukan evaluasi teknis dan strategi riding, terutama dalam mengunci waktu konsisiten di tengah lalu lintas lintasan yang padat. Kemampuan Maximo Quiles dan David Almansa untuk menguasai puncak tabel waktu juga memberikan tekanan kompetitif yang signifikan bagi para pembalap Indonesia. Fokus tim kini beralih ke sesi berikutnya untuk mengukir strategi terbaik menghadapi balapan resmi Moto3 Qatar di tahun 2026.
BERITA TERKAIT (MotoGP)

Sunderland Tekuk Chelsea 1-0: Penalti Enzo Le Fee Jebloskan The Blues ke Peringkat 5

Persija Menang Susah Payah 1-0 atas Persebaya, Krisis Rumput JIS Kembali Jadi Sorotan

Lazio Gagal Jarakkan Jarak di Puncak, Imbang 1-1 Melawan Napoli Berkat Gol Bunuh Diri Pedraza
