Veda Ega Pratama Ditetapkan Turun 6 Posisi Start di GP Qatar, Ini Alasannya
Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

- Veda Ega Pratama resmi dijatuhi sanksi penurunan enam posisi start untuk balapan utama Moto3 Grand Prix Qatar yang akan berlangsung hari Minggu.
- Sanksi ini menjadi catatan merah kedua bagi Veda pada musim balap tahun ini, menegaskan ketatnya pengawasan regulasi keselamatan di lintasan internasional.
- Menurut keterangan resmi yang dikutip dari situs MotoGP, pelanggaran ini terjadi ketika Veda justru mempertajam catatan waktu terbaik pribadinya di sektor yang sedang diberlakukan sinyal bahaya.
Veda Ega Pratama resmi dijatuhi sanksi penurunan enam posisi start untuk balapan utama Moto3 Grand Prix Qatar yang akan berlangsung hari Minggu. Keputusan tegas ini diambil oleh FIM MotoGP Steward Panel setelah pebalap asal Gunungkidul tersebut terbukti mengabaikan sinyal bendera kuning di sektor 11 Sirkuit Losail saat menjalani sesi latihan bebas pertama. Sanksi ini menjadi catatan merah kedua bagi Veda pada musim balap tahun ini, menegaskan ketatnya pengawasan regulasi keselamatan di lintasan internasional.
Menurut keterangan resmi yang dikutip dari situs MotoGP, pelanggaran ini terjadi ketika Veda justru mempertajam catatan waktu terbaik pribadinya di sektor yang sedang diberlakukan sinyal bahaya. Dalam dunia balap, bendera kuning dari marshall menandakan adanya potensi bahaya di lintasan, sehingga seluruh peserta diwajibkan untuk menurunkan kecepatan secara signifikan. Pelanggaran terhadap instruksi Race Direction ini diatur secara spesifik dalam Pasal 1.22 regulasi balapan, yang menjatuhkan sanksi proporsional bagi pelanggar.
Kronologi Pelanggaran dan Perbandingan Sanksi
Panel steward menyatakan bahwa Veda terpantau tidak mematuhi sinyal marshalling dan tetap mempertahankan kecepatan tinggi di sektor 11. Ini merupakan pelanggaran kedua Veda musim ini; sebelumnya, ia juga dikenai sanksi karena mengabaikan bendera kuning saat sesi Practice di Sirkuit Motegi. Menariknya, pelanggaran serupa di Tikungan 11 Losail juga dilakukan oleh Ruche Moodley (CODE Motorsports) dan David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP). Namun, kedua pebalap tersebut hanya menerima peringatan tertulis karena merupakan pelanggaran pertama mereka pada musim ini, sehingga Veda menjadi satu-satunya yang menerima penalti posisi start yang berat.
- Alasan Sanksi: Mengabaikan bendera kuning di sektor 11 saat Free Practice.
- Jenis Pelanggaran: Pelanggaran kedua di musim balap 2024.
- Perbandingan: Ruche Moodley dan David Almansa hanya dapat peringatan karena pelanggaran pertama.
Implikasi Kualifikasi dan Respons Tim Honda Asia
Penalti ini berdampak langsung pada strategi Veda di sesi kualifikasi. Meskipun ia berpeluang meraih waktu tercepat, jika Veda berhasil merebut pole position, ia tetap wajib memulai balapan dari posisi ketujuh. Situasi ini menambah tekanan bagi rider muda tersebut untuk membuktikan konsistensinya di tengah persaingan ketat Moto3. Menanggapi insiden ini, Honda Team Asia menyatakan sikap profesional melalui akun Instagram resminya. "Kami mengambil pelajaran, tetap fokus, dan kembali lebih kuat. Ini waktunya untuk berjuang lagi," tegas tim, menandakan dukungan penuh terhadap Veda untuk bangkit dari kesalahan dan mengincar hasil terbaik di Qatar.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Hyundai Neira EV Meluncur di GJAW 2026: Diklaim TKDN Di Atas 60 Persen, Harga Diestimasi Mulai Rp382 Juta

Lompatan Kualitas: 5 Mobil Listrik Wuling Resmi Capai TKDN 60 Persen

Fakta Teknis: 6 Dampak Nyata Pertamax RON 92 terhadap Performa Mesin, Bukan Sekadar Mitos
