TNI AL Temukan Kotak Hitam Helikopter Mi-17V5 di Kalteng, FDR Diserahkan ke Puspenerbad
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Penemuan krusial ini dilakukan oleh Tim Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air Koarmada I (Satkoppeba Koarmada I) dalam upaya membantu menelusuri faktor penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
- "Selanjutnya, FDR diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut," demikian keterangan resmi dari Penerangan Koarmada I yang diterima di Jakarta pada Sabtu.
- Temuan ini menjadi langkah signifikan dalam mengungkap kronologi teknis insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI AD tersebut.
TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengumumkan penemuan Flight Data Recorder (FDR) atau kotak hitam serta ekor helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) yang mengalami kecelakaan di perairan Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah. Penemuan krusial ini dilakukan oleh Tim Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air Koarmada I (Satkoppeba Koarmada I) dalam upaya membantu menelusuri faktor penyebab jatuhnya pesawat tersebut. "Selanjutnya, FDR diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut," demikian keterangan resmi dari Penerangan Koarmada I yang diterima di Jakarta pada Sabtu. Temuan ini menjadi langkah signifikan dalam mengungkap kronologi teknis insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI AD tersebut.
Kecelakaan tragis itu terjadi pada Rabu (4/11) sekira pukul 09.55 WIB, ketika helikopter tersebut sedang menjalankan operasi water bombing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Saat mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, helikopter dilaporkan mengalami kendala terbang dan langsung jatuh ke dalam air. Sesaat setelah peristiwa itu, TNI Angkatan Darat segera mengirimkan personel untuk melakukan evakuasi kru melalui jalur udara guna memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya.
Rincian Dampak dan Identitas Korban
Peristiwa jatuhnya helikopter Mi-17V5 ini mengakibatkan tiga prajurit TNI AD gugur. Berdasarkan data resmi, mereka yang dinyatakan gugur adalah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Sementara itu, lima kru lainnya dilaporkan berhasil selamat dari insiden tersebut. Kelima orang yang selamat terdiri atas Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda. Seluruh kru selamat tersebut sebelumnya telah mendapat perawatan di Banjarmasin, di mana beberapa di antaranya telah dijenguk oleh Menteri Kehutanan.
Lanjutan Penyelidikan dan Peran Tim Gabungan
Penyerahan FDR kepada Tim Investigasi Puspenerbad menandai masuknya tahap analisis teknis yang mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kegagalan sistem pada helikopter tersebut. Proses ini krusial karena melibatkan aspek keselamatan penerbangan berat yang digunakan dalam misi kemanusiaan penanggulangan bencana. Selain penyerahan bukti fisik, upaya penyelamatan dan evakuasi jenazah terakhir korban telah melibatkan tim gabungan yang bekerja dengan cepat. Diharapkan hasil investigasi FDR dapat memberikan rekomendasi keamanan penerbangan di masa depan, khususnya untuk operasi water bombing di daerah rawan kebakaran hutan seperti Taman Nasional Tanjung Puting.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Krisna Bayu Kritik Sistem SEA Games 2027: Reformasi Mendesak untuk Menjaga Keadilan Olahraga

Di Tengah Badai Flu, Gol Istimewa Ivan Mamut Jadi Pembeda Persija vs Persebaya

Fusi Budaya Sunda-Betawi dan Teknologi Canggih Tandai Pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026
