Sumur JUM-101 Pertamina Hulu Mahakam Lampaui Target Gas, Produksi 250 BOPD
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatatkan capaian strategis dalam sektor hulu migas nasional dengan berproduksinya sumur baru JUM-101 di wilayah kerja Mahakam, Kalimantan Timur.
- Keberhasilan ini diumumkan pada Sabtu, bertepatan dengan tanggal resmi dimulainya produksi.
- Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto , menyatakan bahwa pencapaian sumur JUM-101 merupakan kabar gembira bagi industri energi tanah air.
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatatkan capaian strategis dalam sektor hulu migas nasional dengan berproduksinya sumur baru JUM-101 di wilayah kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Sumur ini berhasil mengalirkan minyak sebesar 250 barel per hari (BOPD) dan gas mencapai 3,3 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd), sebuah angka yang melampaui target awal sebesar 3 MMscfd atau setara dengan 110 persen dari rencana. Keberhasilan ini diumumkan pada Sabtu, bertepatan dengan tanggal resmi dimulainya produksi.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan bahwa pencapaian sumur JUM-101 merupakan kabar gembira bagi industri energi tanah air. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan kontraktor dalam menjaga ketahanan energi. "Keberhasilan sumur JUM-101... merupakan kabar baik bagi industri hulu migas nasional," ujar Djoko dalam keterangan resminya kepada ANTARA.
Kronologi Pengeboran dan Tahapan Teknis
Pengembangan sumur JUM-101 melibatkan proses teknis yang ketat selama periode pertengahan tahun 2026. Kegiatan pengeboran dimulai sejak 20 Juli hingga 4 Agustus 2026 menggunakan fasilitas Jack Up Rig Tasha. Setelah melalui serangkaian uji coba dan persiapan infrastruktur bawah permukaan, sumur tersebut resmi melaksanakan tahap Put on Production (PoP) pada 7 November 2026.
Rangkaian pekerjaan kritis sebelum produksi massal meliputi:
- Cement Log: Verifikasi integritas semen di lubang bor.
- Coiled Tubing (CT) Unload: Pengosongan peralatan koil tubing.
- Initial Perforation: Pembuatan saluran masuk fluida reservoir ke pipa produksi.
- Pemasangan Thru Tubing Ceramic Screen: Instalasi penyaring keramik untuk mencegah pasir ikut terangkat.
Dampak terhadap Ketahanan Energi Nasional
Djoko Siswanto mengapresiasi upaya keras PHM dan seluruh pihak terkait yang memungkinkan sumur ini berproduksi sesuai harapan, bahkan melampaui target. Optimalisasi dari sumur-sumur baru seperti JUM-101 dinilai sebagai langkah vital untuk meningkatkan kinerja produksi migas nasional secara keseluruhan. Setiap tambahan volume minyak dan gas memiliki kontribusi langsung terhadap kemandirian energi Indonesia.
Saat ini, SKK Migas terus mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mempercepat realisasi pengeboran dan mengoptimalkan potensi setiap wilayah kerja. Keberhasilan JUM-101 diharapkan menjadi momentum positif bagi PHM untuk memperkuat sinergi demi mencapai target lifting nasional serta memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Krisna Bayu Kritik Sistem SEA Games 2027: Reformasi Mendesak untuk Menjaga Keadilan Olahraga

Di Tengah Badai Flu, Gol Istimewa Ivan Mamut Jadi Pembeda Persija vs Persebaya

Fusi Budaya Sunda-Betawi dan Teknologi Canggih Tandai Pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026
