RS Vall d'Hebron Kembangkan Kembaran Digital Pasien untuk Prediksi Penyakit
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Rumah Sakit Vall d'Hebron di Barcelona, Spanyol, memulai proyek inovatif dengan menggandeng perusahaan teknologi unggulan untuk mengembangkan kembaran digital manusia .
- Inisiatif ini bertujuan memprediksi perkembangan penyakit secara presisi dan merancang strategi perawatan yang disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap pasien.
- Langkah ini menandai era baru dalam kedokteran personalisasi berbasis simulasi komputer.
Rumah Sakit Vall d'Hebron di Barcelona, Spanyol, memulai proyek inovatif dengan menggandeng perusahaan teknologi unggulan untuk mengembangkan kembaran digital manusia. Inisiatif ini bertujuan memprediksi perkembangan penyakit secara presisi dan merancang strategi perawatan yang disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap pasien. Langkah ini menandai era baru dalam kedokteran personalisasi berbasis simulasi komputer.
Mekanisme Simulasi Replikasi Organ Manusia
Direktur Klinis Radiologi Diagnostik RS Vall d'Hebron, dr. Manel Escobar, menjelaskan bahwa para peneliti menggunakan citra medis, data klinis, dan informasi genomik dari masing-masing pasien untuk membuat replika digital bagian tubuh manusia. "Kami juga dapat menyimulasikan perawatan mana yang paling efektif bagi orang tersebut, dan bagaimana kondisi mereka akan berkembang dengan perawatan tersebut," ujar Escobar dalam wawancara dengan Xinhua pada Jumat (6/11) waktu setempat. Teknologi ini memungkinkan dokter untuk menguji berbagai skenario terapi secara virtual sebelum menerapkannya pada pasien nyata.
Fokus utama pengembangan model komputasi canggih ini mencakup:
- Prediksi progresi penyakit bawaan dan kompleks.
- Optimalisasi penanganan di bidang kardiologi.
- Evaluasi efektivitas perawatan untuk kondisi umum seperti migrain.
Pendanaan ERDF dan Target Implementasi Tiga Tahun
Proyek ambisius ini didukung oleh pendanaan sebesar 11,7 juta euro dari Dana Pembangunan Regional Eropa (ERDF). Dengan konversi kurs saat ini (1 euro = Rp20.169), investasi tersebut mencapai sekitar Rp235 miliar. Selama tiga tahun ke depan, spesialis rumah sakit bersama mitra teknologi akan terus menyempurnakan model komputasi untuk berbagai spesialisasi medis dan bedah.
Tujuan akhir dari kolaborasi lintas sektor ini adalah mendekatkan teknologi kembaran digital ke praktik klinis sehari-hari. Diharapkan, adopsi teknologi ini tidak hanya meningkatkan akurasi diagnosis tetapi juga meminimalkan risiko kesalahan pengobatan, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien di masa mendatang.
BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Riset NYU Temukan Waktu Tidur Dini Lebih Pengaruhi Penurunan Berat Badan Ketap Durasi

Menguak 'Law of Attraction': Bukan sihir, tapi korelasi antara pola pikir dan tindakan nyata

Memetakan 7 Tanda Kritis Menopause: Dari Perubahan Hormonal hingga Risiko Jantung
