Penantian 38 Tahun Berakhir: Marhum Pekan Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Pemerintah Pusat secara resmi akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau yang dikenal sebagai Marhum Pekan , pendiri Kota Pekanbaru.
- Prosesi penganugerahan dijadwalkan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (10/11), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
- Kabar gembira ini dikonfirmasi oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho , setelah menerima pemberitahuan langsung dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Pemerintah Pusat secara resmi akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau yang dikenal sebagai Marhum Pekan, pendiri Kota Pekanbaru. Prosesi penganugerahan dijadwalkan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (10/11), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Kabar gembira ini dikonfirmasi oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, setelah menerima pemberitahuan langsung dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (7/11), Agung menyatakan bahwa momen ini merupakan jawaban atas mimpi panjang masyarakat Riau. "Alhamdulillah, mimpi yang telah lama diperjuangkan masyarakat akhirnya terwujud. Kita bangga pendiri Pekanbaru mendapat penghormatan sebagai Pahlawan Nasional," ujar Agung. Ia dijadwalkan hadir bersama Ketua TP PKK Kota Pekanbaru, Sulastri Agung, serta ahli waris Marhum Pekan untuk menyaksikan prosesi tersebut.
Jejak Sejarah dan Perlawanan Terhadap Kolonialisme
Harapan menjadikan Marhum Pekan sebagai Pahlawan Nasional sebenarnya telah mengemuka sejak tahun 1988. Namun, baru di bawah kepemimpinan Agung Nugroho, upaya pengusulan ini membuahkan hasil konkret. Marhum Pekan tercatat sebagai Sultan Siak Sri Indrapura ke-V, putra dari Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit). Beliau melanjutkan pengembangan kawasan Senapelan yang dirintis ayahnya hingga tumbuh menjadi pusat perdagangan strategisโcikal bakal Kota Pekanbaru saat ini.
- Perjuangan Anti-Kolonial: Selain mendirikan kota, Marhum Pekan dikenang atas perlawanannya terhadap Belanda di Pulau Guntung.
- Fondasi Ekonomi: Pengembangan pekan (pasar) yang dilakukannya meletakkan dasar pertumbuhan ekonomi daerah ibu kota Provinsi Riau.
Agung menegaskan bahwa sejarah ini menunjukkan eratnya hubungan antara Pekanbaru dan Kesultanan Siak. Penghormatan ini juga dianggap sebagai momentum untuk mengenalkan kembali nilai-nilai luhur budaya Melayu kepada generasi muda.
Komitmen Pelestarian Warisan Melalui Infrastruktur
Tidak hanya berhenti pada pemberian gelar, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menyiapkan langkah nyata untuk mengabadikan nama sang pendiri dalam infrastruktur kota. Pemko telah memperoleh persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengubah nama gerbang tol dalam kotaโyang menghubungkan ruas Pekanbaru-Dumai dengan Pekanbaru-Bangkinangโmenjadi nama lengkap Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah. Perubahan nama Jalan Palas juga telah disetujui dan tinggal menunggu peresmian.
"Nama beliau kita hadirkan pada gerbang tol dan jalan agar terus dikenang. Kami ingin anak-anak kita tumbuh dengan mengenal pendiri kotanya, menghargai sejarahnya, dan mencintai budaya Melayu," pungkas Agung. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, Pemprov Riau, tim pengkaji, sejarawan, tokoh adat, serta keluarga besar Zuriah atas dukungan penuh dalam perjuangan usulan gelar pahlawan ini.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Krisna Bayu Kritik Sistem SEA Games 2027: Reformasi Mendesak untuk Menjaga Keadilan Olahraga

Di Tengah Badai Flu, Gol Istimewa Ivan Mamut Jadi Pembeda Persija vs Persebaya

Fusi Budaya Sunda-Betawi dan Teknologi Canggih Tandai Pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026
