Kemenbud Manfaatkan Pencerita Muda sebagai Agen Diplomasi Budaya Global
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mengidentifikasi peran strategis generasi muda sebagai pencerita atau storyteller dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.
- Sebagai langkah konkret, Kemenbud meluncurkan program Youth Storytelling Competition for International School Students tahun 2026 dengan tema โCerita untuk Dunia: Toleransi, Kemanusiaan, dan Perdamaianโ.
- Sistem pembinaan ini menerapkan pendekatan bertahap yang ketat namun berkelanjutan.
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mengidentifikasi peran strategis generasi muda sebagai pencerita atau storyteller dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional. Direktur Promosi Kebudayaan Kemenbud, Wawan Yogaswara, menegaskan bahwa kemampuan bercerita memungkinkan individu berdiplomasi tanpa harus menyandang status diplomat resmi, guna membangun opini positif masyarakat global terhadap identitas bangsa.
Sebagai langkah konkret, Kemenbud meluncurkan program Youth Storytelling Competition for International School Students tahun 2026 dengan tema โCerita untuk Dunia: Toleransi, Kemanusiaan, dan Perdamaianโ. Kompetisi ini dirancang khusus untuk menjaring bakat dari jenjang sekolah dasar hingga menengah, memberikan wadah bagi mereka untuk mengeksplorasi kemampuan naratif melalui tiga medium utama:
- Bentuk tutur lisan langsung;
- Penulisan kreatif;
- Pengembangan konten visual.
Pembinaan Talenta Melalui Manajemen Nasional
Wawan menjelaskan bahwa peserta dan pemenang tidak dibiarkan berjalan sendiri, melainkan akan diintegrasikan ke dalam pangkalan data Manajemen Talenta Nasional (MTN). Sistem pembinaan ini menerapkan pendekatan bertahap yang ketat namun berkelanjutan. Para pencerita muda awalnya dikategorikan sebagai "bibit", kemudian dibina secara intensif agar berkembang menjadi talenta berstatus "potensi", hingga akhirnya mencapai taraf "unggul".
Tujuan akhir dari proses kurasi ini adalah memastikan setiap talenta mendapatkan rekognisi baik di tingkat nasional maupun internasional. Kemenbud berkomitmen menyediakan fasilitas peningkatan kapasitas berupa workshop, bimbingan teknis, hingga coaching clinic, sepanjang konsistensi dan komitmen peserta terjaga.
Rumah Budaya sebagai Hub Internasional
Setelah mencapai status unggul, para pencerita ini diharapkan mampu membagikan kisah budaya, tradisi, dan keunikan Indonesia kepada dunia. Salah satu kanal distribusi utamanya adalah Rumah Budaya Indonesia yang tersebar di mancanegara. Wawan menyebut rumah-rumah budaya tersebut direncanakan menjadi pusat kebudayaan Indonesia sekaligus hub internasional.
Dengan memanfaatkan infrastruktur diplomasi lunak ini, para storyteller muda dapat tampil dan memperoleh pengakuan global, menciptakan efek domino diplomasi budaya yang kuat. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah melestarikan tradisi lisan sambil memperluas pengaruh soft power Indonesia di era digital saat ini.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Krisna Bayu Kritik Sistem SEA Games 2027: Reformasi Mendesak untuk Menjaga Keadilan Olahraga

Di Tengah Badai Flu, Gol Istimewa Ivan Mamut Jadi Pembeda Persija vs Persebaya

Fusi Budaya Sunda-Betawi dan Teknologi Canggih Tandai Pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026
