Kejutan Eropa: Torreense, Klub Divisi 2 Portugal, Kalahkan Lillestrøm dan Tantang Sunderland di Liga Europa
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

- Torreense , klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Portugal, mencuri perhatian sepak bola Eropa musim 2026/2027 setelah mendapat slot di Liga Europa.
- Tiket ini bukanlah hasil dari promosi liga, melainkan keberanian mereka menjuarai Taça de Portugal pada musim 2025/2026.
- Keberhasilan Torresense berakar dari kemenangan mengejutkan atas Sporting CP di final Piala Portugal, 24 Mei 2026.
Torreense, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Portugal, mencuri perhatian sepak bola Eropa musim 2026/2027 setelah mendapat slot di Liga Europa. Tiket ini bukanlah hasil dari promosi liga, melainkan keberanian mereka menjuarai Taça de Portugal pada musim 2025/2026. Dalam pertandingan fase liga terbaru, Torreense secara resmi harus mengakui keunggulan Sunderland dengan skor 1-2, Kamis (15/10) malam waktu setempat, namun performa mereka tetap menunjukkan daya saing yang tinggi.
Keberhasilan Torresense berakar dari kemenangan mengejutkan atas Sporting CP di final Piala Portugal, 24 Mei 2026. Mereka unggul 2-1 setelah perpanjangan waktu, sebuah pencapaian bersejarah karena menjadikannya klub dari divisi lebih rendah pertama yang meraih gelar tersebut. Sesuai regulasi UEFA, juara piala domestik berhak mendapat tiket ke kompetisi Eropa, membuka jalur alternatif bagi klub kecil yang tidak finis di posisi teratas liga domestik.
Keseriusan di Kandang: Stadion Dr. Magalhães dan Tekanan Kompetitif
Perjalanan Torreense di Liga Europa penuh dengan dinamika taktis. Pada laga pembuka, mereka berhasil mengalahkan Lillestrøm (Norwegia) dengan skor 2-1, membangun fondasi psikologis yang kuat. Namun, tantangan nyata muncul saat menghadapi Sunderland, klub Inggris yang kembali ke Eropa setelah lebih dari lima dekade absen. Perbedaan kedalaman skuad menjadi faktor krusial; Torresense unggul 1-0 berkat gol spektakuler Volnei Feltes di menit ke-37. Namun, dominasi Sunderland di babak kedua berbuah gol penyama dari Jules Ahoka (menit 67) dan kemenangan lewat Noah Sadiki (menit 90+3). Selain itu, Torresense terpaksa tidak bermain di Estádio Manuel Marques karena kapasitasnya yang hanya 2.431 penonton tidak memenuhi standar UEFA. Laga kandang dipindahkan ke Estádio Dr. Magalhães Pessoa di Leiria, menambah kompleksitas penyesuaian bagi tim.
Cerita Klasik: Piala sebagai Gerbang ke Panggung Benua Biru
Kisah Torresense bukan anomali tunggal dalam sejarah sepak bola Eropa. Klub-klub seperti Sunderland (1973/1974), Wigan Athletic (2013), dan Birmingham City (2011) juga pernah tampil di kompetisi kontinental setelah menjuarai piala domestik saat masih di kasta kedua atau baru saja degradasi. Bagi Torresense, yang berbasis di Torres Vedras dan didirikan tahun 1917, pengalaman ini merupakan kesempatan langka untuk mengukur kemampuan mereka melawan tim-tim besar. Meskipun kalah dari Sunderland, kejutan yang mereka ciptakan telah mengukir nama dalam lembaran sejarah baru Liga Europa.
BERITA TERKAIT (Sepak Bola)

Ronaldo Pensiun dari Timnas, Jorge Jesus: Saya Tidak Merasa Bersalah

Garuda Muda U-17 Berburu Tiket Putaran Final Piala Asia: Jadwal Ketat di Grup A

Comeback Dramatis Everton Bungkam Coventry 3-1, Thierno Barry Jadi Pahlawan
