Inovasi 'Aruna' UIN Semarang Raih Juara I Olimpiade PTKIN, Bukti Kekuatan Literasi Ilmu Falak Digital
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara I pada Olimpiade Agama, Sains, dan Riset III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
- Tim pembentuk inovasi tersebut terdiri dari Tengku Amanah Pratama , Muhammad Zuhairul Aziz , dan Dina Maysya Ayu Marta Virnanda .
- Aruna tidak sekadar menggunakan mesin pencarian, melainkan mengandalkan modul khusus ilmu falak yang disusun secara ketat oleh tim pengembang.
Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara I pada Olimpiade Agama, Sains, dan Riset III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Prestasi ini diraih berkat inovasi Aruna, sebuah sistem akal imitasi (artificial intelligence) yang dirancang khusus untuk memperkuat literasi dan pembelajaran ilmu falak, sebuah pencapaian yang menegaskan relevansi teknologi modern dalam pengembangan keilmuan Islam kontemporer.
Tim pembentuk inovasi tersebut terdiri dari Tengku Amanah Pratama, Muhammad Zuhairul Aziz, dan Dina Maysya Ayu Marta Virnanda. Di bawah bimbingan dosen Ahmad Adib Rofiuddin, mereka berhasil mengembangkan Aruna menjadi sarana strategis yang menjembatani pengetahuan tradisional dengan kapabilitas digital terkini, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Kekuatan Modul Ilmu Falak sebagai Basis AI
Ahmad Adib Rofiuddin menjelaskan bahwa keunggulan fundamental Aruna terletak pada arsitektur pembangunannya yang memisahkan dirinya dari model kecerdasan buatan generik. Aruna tidak sekadar menggunakan mesin pencarian, melainkan mengandalkan modul khusus ilmu falak yang disusun secara ketat oleh tim pengembang. Modul ini berfungsi sebagai basis referensi utama atau basis knowledge dalam menghasilkan setiap jawaban yang disuguhkan kepada pengguna. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap output yang dihasilkan oleh sistem bersifat terarah, akurat, dan sesuai dengan konteks keilmuan ilmu falak secara murni, jauh dari potensi kekeliruan informasi yang sering terjadi pada AI umum.
Pengembangan Akses Rukyatul Hilal dan Kalender Islam
Dengan infrastruktur teknologi tersebut, pengguna Aruna dapat memperoleh berbagai layanan informasi penting secara praktis, meliputi penentuan awal bulan Hijriah, jadwal rukayatul hilal, dan pengelolaan kalender Islam. Rofiuddin menambahkan bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata potensi besar teknologi digital dalam memperluas akses masyarakat terhadap ilmu falak yang selama ini dianggap teknis dan terbatas ruang geraknya. Keberhasilan UIN Walisongo Semarang ini sejalan dengan transformasi digital di lingkup Kementerian Agama, menunjukkan bahwa integrasi sains dan agama dapat menciptakan solusi cerdas untuk tantangan edukasi zaman sekarang.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Krisna Bayu Kritik Sistem SEA Games 2027: Reformasi Mendesak untuk Menjaga Keadilan Olahraga

Di Tengah Badai Flu, Gol Istimewa Ivan Mamut Jadi Pembeda Persija vs Persebaya

Fusi Budaya Sunda-Betawi dan Teknologi Canggih Tandai Pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026
