Inisiasi Siswi SIS North East Jakarta: Proyek GROW Dukung Konservasi Mangrove PIK
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Langkah nyata dalam isu lingkungan muda di Jakarta Utara kini ditandai oleh Axel Gregorio Salim , siswa kelas 10 di SIS North East Jakarta .
- Axel menggagas proyek bernama Green Restoration & Ocean Wellness (GROW) yang secara khusus berfokus pada konservasi ekosistem mangrove di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove, Pantai Indah Kapuk (PIK) .
- Inisiatif ini lahir dari keinginan untuk melampaui diskusi teoretis di ruang kelas dan turun langsung memberikan dampak positif pada ketahanan pesisir kota.
Langkah nyata dalam isu lingkungan muda di Jakarta Utara kini ditandai oleh Axel Gregorio Salim, siswa kelas 10 di SIS North East Jakarta. Axel menggagas proyek bernama Green Restoration & Ocean Wellness (GROW) yang secara khusus berfokus pada konservasi ekosistem mangrove di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove, Pantai Indah Kapuk (PIK). Inisiatif ini lahir dari keinginan untuk melampaui diskusi teoretis di ruang kelas dan turun langsung memberikan dampak positif pada ketahanan pesisir kota.
Axel menjelaskan bahwa proyek tersebut berawal dari kesadaran bahwa dampak nyata di lapangan lebih berharga daripada sekadar presentasi akademik. "Daripada hanya membahas masalah lingkungan melalui penelitian atau presentasi, kenapa tidak mencoba melakukan sesuatu secara langsung? Akhirnya saya mengembangkan Project GROW untuk berkontribusi terhadap lingkungan sekaligus mengajak teman-teman ikut berpartisipasi," ujar Axel dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu. Aksi ini menjadi pengalaman berharga bagi para pelajar yang biasanya hanya mengenal isu lingkungan melalui kurikulum sekolah.
Fokus Konservasi dan Penanaman Bibit di PIK
Setelah menetapkan isu lingkungan sebagai fokus utama, Axel memilih konservasi mangrove karena peran vitalnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di wilayah Jakarta. Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai habitat tempat berlindung bagi berbagai organisme laut seperti ikan dan kepiting, tetapi juga bertindak sebagai penjerap karbon yang efisien melalui vegetasi dan tanahnya. "Saya memilih mangrove karena perannya yang penting bagi ekosistem pesisir, terutama di Jakarta. Saya juga ingin memilih kegiatan yang memungkinkan kami terlibat langsung dalam konservasi, bukan sekadar melakukan kampanye atau menyebarkan informasi," tegas Axel.
Implementasi awal dari proyek GROW telah berhasil dieksekusi dengan kegiatan penanaman 45 bibit dan propagul mangrove yang digelar pada Minggu (1/11) lalu. Kegiatan tersebut melibatkan total 11 peserta yang terdiri dari tim inti dan relawan dari berbagai jenjang kelas di sekolah tersebut. Proyek ini tidak berhenti pada fase penanaman; Axel merencanakan adanya monitoring berkala terhadap pertumbuhan bibit mangrove untuk memastikan keberlanjutannya, yang dilakukan melalui koordinasi teknis dengan pengelola TWA Mangrove PIK.
Ekspansi Masa Depan dan Penggalangan Dana
Memiliki visi jangka panjang, Axel berkeinginan untuk memperluas jangkauan pengaruh proyek GROW di masa depan. Langkah strategis berikutnya yang akan ditempuh adalah penggalangan dana untuk mendukung kegiatan penanaman mangrove berikutnya dengan skala yang lebih besar. Selain itu, Axel juga membuka peluang bagi proyek tersebut untuk menjalankan berbagai kegiatan konservasi lain, sehingga kontribusinya terhadap lingkungan tidak lagi terbatas pada satu bentuk aksi tunggal.
Inisiatif dari pelajar SMA ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam melestarikan pesisir, di mana DKI Jakarta tengah mengajukan rencana pembangunan kebun raya mangrove ke pemerintah pusat. Keterlibatan generasi muda melalui proyek seperti GROW diharapkan dapat memperkuat fondasi konservasi pesisir Jakarta secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan ekosistem di kawasan PIK.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Krisna Bayu Kritik Sistem SEA Games 2027: Reformasi Mendesak untuk Menjaga Keadilan Olahraga

Di Tengah Badai Flu, Gol Istimewa Ivan Mamut Jadi Pembeda Persija vs Persebaya

Fusi Budaya Sunda-Betawi dan Teknologi Canggih Tandai Pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026
