Geopark Maros-Pangkep Sukses Pertahankan Status Green Card UNESCO Lewat Revalidasi Ketat
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Geopark Maros-Pangkep baru-baru ini mencatatkan prestasi membanggakan dengan berhasil mempertahankan status Green Card atau kartu hijau dari UNESCO.
- Status Green Card bukanlah sekadar label prestise, melainkan indikator krusial yang menunjukkan bahwa pengelolaan geopark telah memenuhi standar global tertinggi.
- Keberhasilan ini menegaskan bahwa Maros-Pangkep tidak hanya kaya akan potensi geologis, tetapi juga memiliki tata kelola yang berkelanjutan dan terstruktur baik untuk melindungi aset alamnya dari degradasi.
Geopark Maros-Pangkep baru-baru ini mencatatkan prestasi membanggakan dengan berhasil mempertahankan status Green Card atau kartu hijau dari UNESCO. Pengakuan internasional ini diraih setelah kawasan tersebut lolos proses revalidasi ketat dalam Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks, yang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam serta warisan geologi di Sulawesi Selatan.
Status Green Card bukanlah sekadar label prestise, melainkan indikator krusial yang menunjukkan bahwa pengelolaan geopark telah memenuhi standar global tertinggi. Keberhasilan ini menegaskan bahwa Maros-Pangkep tidak hanya kaya akan potensi geologis, tetapi juga memiliki tata kelola yang berkelanjutan dan terstruktur baik untuk melindungi aset alamnya dari degradasi.
Proses Revalidasi dan Standar Pengelolaan Global
Proses revalidasi dalam Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks menjadi ujian sesungguhnya bagi setiap geopark anggota. Dalam konteks ini, Geopark Maros-Pangkep dinilai berdasarkan konsistensinya dalam menjalankan rencana induk pengelolaan. Penilaian tersebut mencakup aspek konservasi warisan geologi, pemberdayaan ekonomi lokal, serta integrasi antara pelestarian lingkungan dengan aktivitas pariwisata. Lolosnya revalidasi ini menandakan bahwa strategi yang diterapkan di lapangan efektif dan selaras dengan prinsip-prinsip UNESCO Global Geoparks Network.
Beberapa aspek kunci yang menjadi sorotan dalam keberhasilan mempertahankan status ini meliputi:
- Komitmen kuat dalam pelestarian warisan geologi yang unik dan langka di kawasan Maros-Pangkep.
- Penerapan model pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, mengutamakan keseimbangan ekologis.
- Konsistensi pengelolaan yang diakui secara internasional melalui mekanisme audit dan sidang dewan.
Dampak Jangka Panjang bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Pertahanan status Green Card ini membawa implikasi strategis bagi pengembangan ekowisata di Sulawesi Selatan. Pengakuan dari UNESCO diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi dan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang mencari destinasi dengan jaminan standar kualitas dan keberlanjutan. Bagi masyarakat setempat, hal ini membuka peluang ekonomi baru melalui sektor jasa wisata, kerajinan, dan kuliner yang terintegrasi dengan narasi geologi.
Ke depan, keberhasilan ini menjadi fondasi bagi Geopark Maros-Pangkep untuk terus berinovasi dalam pengelolaan. Dengan menjaga keseimbangan antara eksploitasi ekonomi dan konservasi alam, kawasan ini berpotensi menjadi model rujukan bagi geopark lain di Indonesia dalam meraih dan mempertahankan pengakuan dunia internasional.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Krisna Bayu Kritik Sistem SEA Games 2027: Reformasi Mendesak untuk Menjaga Keadilan Olahraga

Di Tengah Badai Flu, Gol Istimewa Ivan Mamut Jadi Pembeda Persija vs Persebaya

Fusi Budaya Sunda-Betawi dan Teknologi Canggih Tandai Pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026
