Gempa Magnitudo 4.8 Guncang Poso, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada Tanpa Panik
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.
- Gerhana daratan Poso kembali merasakan getaran dari balik mantel bumi pagi ini.
- Gempa berkekuatan magnitudo 4.8 berpusat di laut 36 kilometer barat laut Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada hari Kamis, 6 November 2026, pukul 22.07 WIB.
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 2.13 LS dan 119.58 BT, dengan kedalaman hiposenter 12 kilometer.
Gerhana daratan Poso kembali merasakan getaran dari balik mantel bumi pagi ini. Gempa berkekuatan magnitudo 4.8 berpusat di laut 36 kilometer barat laut Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada hari Kamis, 6 November 2026, pukul 22.07 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 2.13 LS dan 119.58 BT, dengan kedalaman hiposenter 12 kilometer.
Getaran gempa ini dirasakan pada skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) II di Palu dan III di Poso. Laporan sensor digital BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan struktural signifikan atau korban jiwa dari daerah terdampak, mengingat magnitudo yang tergolong menengah dan kedalaman hiposenter yang relatif dangkal namun berada di zona perbatasan tektonik.
Analisis Pakar Geofisika
Secara tektonik, wilayah Poso berada di dalam sebuah struktur geologi kompleks yang dikenal sebagai Basin Poso, sebuah cekungan antar-sesr yang terletak di antara Dataran Tinggi Sulawesi dan Lembangan Palu-Koro. Gempa dengan kedalaman 12 kilometer mengindikasikan aktivitas langsung pada bidang sesar dangkal atau patahan lokal yang terdistribusi dalam sistem sesar besar di kawasan tersebut, khususnya Sesar Palu-Koro atau sesar cabang di wilayah timur laut dan barat laut. Sejarah kegempaan di Poso menunjukkan pola recuring gempa berkekuatan 4.0 hingga 5.0, yang merepresentasikan pelepasan energi stres yang terkonsentrasi secara periodik akibat interaksi pergeseran antarpelengkung tektonik dan sesar transkernal yang bekerja secara bertahap. Potensi tsunami dari gempa ini sangat rendah karena lokasi episenter berada di dalam atau sangat dekat dengan daratan, bukan di zona subduksi utama yang membentuk palung dalam. Namun demikian, warga tetap disarankan untuk mewaspadai kemungkinan gempa susulan berkekuatan lebih kecil dalam 24 hingga 48 jam ke depan, sebagai mekanisme relaksasi patahan pasca-getaran utama.