Black Box Helikopter MI-17 di Perairan Seruyan Ditemukan, Kunci Ungkap Penyebab Kecelakaan Karhutla
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Kronologi Operasi Penyelaman Gabungan Operasi pencarian dipimpin oleh Kasi Ops Rem 102/Pjg selaku ketua tim, melibatkan sinergi antara penyelam TNI AL, personel Penerbad, Polairud, dan Basarnas.
- Menurut siaran pers Puspen TNI, proses pengangkatan dilakukan melalui operasi penyelaman ketat yang didahului dengan briefing teknis untuk menjamin keselamatan dan kepatuhan prosedur.
- FDR dievakuasi dari dasar perairan setelah tiga hari pencarian intensif.
Tim gabungan TNI berhasil mengevakuasi Flight Data Recorder (FDR) atau black box serta bagian ekor helikopter MI-17 yang jatuh di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (7/11). Penemuan krusial ini menjadi titik terang dalam penyelidikan kecelakaan tragis saat operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Rabu (4/11).
Kronologi Operasi Penyelaman Gabungan
Operasi pencarian dipimpin oleh Kasi Ops Rem 102/Pjg selaku ketua tim, melibatkan sinergi antara penyelam TNI AL, personel Penerbad, Polairud, dan Basarnas. Menurut siaran pers Puspen TNI, proses pengangkatan dilakukan melalui operasi penyelaman ketat yang didahului dengan briefing teknis untuk menjamin keselamatan dan kepatuhan prosedur.
- FDR dievakuasi dari dasar perairan setelah tiga hari pencarian intensif.
- Alat perekam data penerbangan diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad.
- Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap faktor penyebab jatuhnya pesawat tempur tersebut.
Dampak Tragedi dan Langkah Investigasi Lanjutan
Kepala Penerangan Kodam XXII Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang, sebelumnya menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika helikopter sedang melakukan manuver pengambilan air laut untuk water bombing. Pesawat lepas landas pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang, namun nahas menimpa sekitar pukul 11.18 WIB. Tiga prajurit dinyatakan gugur: Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.
Sementara itu, lima kru lainnya selamat dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, meliputi Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda. Temuan black box diharapkan dapat mempercepat proses investigasi sehingga publik memperoleh kejelasan penuh mengenai penyebab kecelakaan udara ini.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Krisna Bayu Kritik Sistem SEA Games 2027: Reformasi Mendesak untuk Menjaga Keadilan Olahraga

Di Tengah Badai Flu, Gol Istimewa Ivan Mamut Jadi Pembeda Persija vs Persebaya

Fusi Budaya Sunda-Betawi dan Teknologi Canggih Tandai Pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026
