Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Menutup Bab Pencarian Seluruh Kru Helikopter MI-17 di Seruyan
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Penemuan ini menjadi titik akhir dari operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan yang intensif, sekaligus menutup daftar korban dari total delapan kru yang terlibat dalam insiden tersebut.
- Kejadian ini menandai berakhirnya fase kritis penanganan korban di lokasi kejadian setelah upaya multi-institusi dilakukan secara berkesinambungan.
- Proses evakuasi dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan melibatkan sinergi berbagai elemen, termasuk Ditpolairud , Satbrimob Polda Kalteng, TNI, dan Basarnas .
Kombes Pol Budi Rachmat, Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, mengonfirmasi bahwa jenazah Serda Heri, salah satu kru Helikopter MI-17 yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, akhirnya ditemukan dan dievakuasi pada Jumat pagi. Penemuan ini menjadi titik akhir dari operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan yang intensif, sekaligus menutup daftar korban dari total delapan kru yang terlibat dalam insiden tersebut. Kejadian ini menandai berakhirnya fase kritis penanganan korban di lokasi kejadian setelah upaya multi-institusi dilakukan secara berkesinambungan.
Proses evakuasi dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan melibatkan sinergi berbagai elemen, termasuk Ditpolairud, Satbrimob Polda Kalteng, TNI, dan Basarnas. Secara spesifik, tim menerjunkan tiga penyelam dari Ditpolairud dan satu penyelam dari Satbrimob di bawah pimpinan KBO Kompol Masriwiyono. Jenazah Serda Heri berhasil diangkat dari bangkai helikopter pada pukul 09.15 WIB dan langsung dievakuasi menuju Kuala Pembuang. Keberhasilan ini memastikan seluruh status kru telah teridentifikasi, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.
Kronologi Penemuan dan Kondisi Sebelum Serda Heri Ditemukan
Sebelumnya, dari delapan kru yang dinyatakan dalam keadaan kritis atau hilang, tujuh orang sudah lebih dulu dievakuasi. Dari ketujuh orang tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia sementara lima lainnya selamat. Serda Heri merupakan satu-satunya kru terakhir yang masih dalam pencarian, yang membuat proses evakuasi terakhir ini krusial. Kondisi lapangan dilaporkan kondusif dengan cuaca cerah dan ombak yang relatif landai, sehingga mempercepat proses kerja penyelam di dalam bangkai helikopter yang tenggelam di perairan Seruyan.
Kombes Pol Budi Rachmat menyatakan apresiasi mendalam kepada seluruh unsur tim gabungan yang telah bekerja sama dengan penuh dedikasi. Ia menegaskan bahwa penemuan ini secara resmi mengakhiri proses pencarian terhadap seluruh kru helikopter. Tidak ada lagi personel yang belum teridentifikasi atau hilang, yang memberikan kepastian hukum dan administrasi bagi pihak keluarga maupun instansi terkait. Data ini mengonfirmasi bahwa seluruh aspek operasi SAR telah terselesaikan dengan standar profesional tinggi.
Dampak, Respons, dan Resolusi Akhir Operasi SAR
Keberhasilan mengidentifikasi seluruh kru menjadi langkah penting dalam proses rehabilitasi dan investigasi pasca-kecelakaan. Dengan tidak adanya lagi korban yang belum ditemukan, fokus dapat beralih sepenuhnya pada penanganan medis bagi korban selamat serta analisis teknis penyebab jatuhnya helikopter MI-17. Pihak berwenang kini memiliki gambaran utuh mengenai dampak manusiawi dari insiden tersebut, yang dapat menjadi dasar untuk penyusunan laporan akhir dan tindakan korektif di masa mendatang.
Operasi ini mencerminkan efektivitas koordinasi lintas kementerian dan dinas dalam situasi darurat nasional. Respons cepat dan terkoordinasi antara kepolisian, militer, dan badan penolong warga sipil menjadi kunci keberhasilan evakuasi di daerah perairan yang kompleks. Penyelesaian kasus ini diharapkan memberikan penghiburan bagi duka korban dan memastikan transparansi informasi kepada publik, sesuai standar jurnalistik dan etika penanganan bencana nasional.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Krisna Bayu Kritik Sistem SEA Games 2027: Reformasi Mendesak untuk Menjaga Keadilan Olahraga

Di Tengah Badai Flu, Gol Istimewa Ivan Mamut Jadi Pembeda Persija vs Persebaya

Fusi Budaya Sunda-Betawi dan Teknologi Canggih Tandai Pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026
