Tashima Tantang Infantino: Bawa Nilai Integritas Sepak Bola Jepang ke Puncak FIFA
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

- "Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi tentang menyampaikan kepada dunia sikap jujur, sehat, dan berintegritas yang telah dibangun sepak bola Jepang.
- FIFA membutuhkan nilai-nilai yang selama ini kami lindungi," ujar Tashima kepada Sports Nippon, yang dikutip The Guardian.
- Rencana kontroversial tersebut memuat opsi penjualan sebagian kepemilikan turnamen besar, termasuk Piala Dunia, kepada sektor swasta, yang sebelumnya mengundang kritik tajam.
Kozo Tashima, Presiden Kehormatan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), resmi mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA untuk periode berikutnya, menantang kepemimpinan Gianni Infantino yang sedang menghadapi sorotan publik. Pria berusia 68 tahun ini mengumumkan pencalonannya dengan dukungan penuh dari JFA setelah rapat di Tokyo, Kamis (5/11), sekaligus menjadi tokoh kedua yang resmi bermasuk dalam persaingan merebut kursi kepresidenan organisasi sepak bola dunia tersebut.
Langkah Tashima ini bukan sekadar manuver politik biasa; ia menegaskan bahwa misinya adalah membawa nilai-nilai kejujuran, kesehatan, dan integritas yang menjadi landasan sepak bola Jepang ke kancah internasional. "Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi tentang menyampaikan kepada dunia sikap jujur, sehat, dan berintegritas yang telah dibangun sepak bola Jepang. FIFA membutuhkan nilai-nilai yang selama ini kami lindungi," ujar Tashima kepada Sports Nippon, yang dikutip The Guardian.
Ketegangan di Balik Layar: Dari Pembatalan FFE hingga Riwayat Karier
Keputusan Tashima maju di tengah dinamika kepemimpinan FIFA yang memanas, khususnya setelah proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) dibatalkan. Rencana kontroversial tersebut memuat opsi penjualan sebagian kepemilikan turnamen besar, termasuk Piala Dunia, kepada sektor swasta, yang sebelumnya mengundang kritik tajam. Tashima sendiri bukan wajah baru di Dewan FIFA; ia telah menjabat sebagai anggota sejak 2015. Latar belakangnya pun solid: mantan pemain yang tujuh kali memperkuat tim nasional Jepang, mantan pelatih, dan kini administrator sepak bola terkemuka di Jepang.
Untuk memastikan kelayakan kandidatnya, terdapat persyaratan ketat yang harus dipenuhi para calon. Berikut adalah rincian aturan main dan profil kandidat yang perlu diperhatikan:
- Batas Waktu: Pengumuman pencalonan presiden FIFA ditetapkan paling lambat 18 November 2026.
- Syarat Dukungan: Setiap calon wajib memperoleh dukungan minimal dari lima dari 211 asosiasi anggota FIFA.
- Kandidat Terkini: Ramon Vega (mantan bek Tottenham Hotspur) adalah kandidat pertama yang mengumumkan niatnya pada Oktober lalu, disusul Tashima.
- Riwayat Infantino: Menjabat sejak 2016 menggantikan Sepp Blatter, terpilih tanpa pesaing pada 2019 dan 2023.
Arah Menuju Pemilu 2027: Tantangan Aturan Masa Jabatan
Pemilihan presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. Hingga saat ini, persaingan antara Tashima, Ramon Vega, dan rencana Gianni Infantino untuk kembali mencalonkan diri menciptakan ketegangan, terutama terkait interpretasi aturan masa jabatan. Meskipun Infantino telah menyatakan niatnya untuk maju lagi, fokus pada integritas yang dikedepankan Tashima berpotensi mengubah narasi pemilihan menjadi evaluasi mendalam terhadap transparansi organisasi. Dengan reputasi bersih yang dijaganya di Jepang, Tashima membawa tekanan positif bagi FIFA untuk membuktikan bahwa integritas dapat menjadi prioritas utama di atas kepentingan komersial.
BERITA TERKAIT (Sepak Bola)

Juventus Curi Tiga Poin dari Kandang AZ Alkmaar Berkat Gol Koopmeiners dan Kolo Muani

Blunder Kiper Jadi Musibah, AC Milan Dipermalukan Ferencvaros di San Siro

AC Milan Tumbang 0-2 dari Ferencvaros di San Siro, Lenny Joseph Cetak Dua Gol
