Rusia Optimistis Perundingan Ukraina Lanjut Meski Demokrat Kuasai Kongres AS
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Moskow menyatakan sikap optimis terhadap kelanjutan proses perdamaian konflik Ukraina, meskipun hasil pemilu sela Amerika Serikat menunjukkan pergeseran kekuatan politik yang signifikan.
- Pernyataan ini disampaikan Peskov pada Rabu (4/11), sehari setelah Partai Demokrat berhasil mengamankan kendali atas Senat dan DPR AS dalam pemilu paruh waktu yang digelar Selasa (3/11).
- Kemenangan ini secara efektif mengakhiri dominasi Partai Republik di Kongres, dengan badan legislatif baru yang kini dikuasai Demokrat dijadwalkan mulai berfungsi secara resmi pada Januari 2027 mendatang.
Moskow menyatakan sikap optimis terhadap kelanjutan proses perdamaian konflik Ukraina, meskipun hasil pemilu sela Amerika Serikat menunjukkan pergeseran kekuatan politik yang signifikan. Dmitry Peskov, juru bicara kepresidenan Rusia, menegaskan bahwa pemerintah Rusia berharap Presiden Donald Trump akan terus melanjutkan upaya diplomatiknya untuk mengakhiri perang, terlepas dari kekalahan Partai Republik dalam merebut kendali penuh atas dua majelis tertinggi Kongres, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Pernyataan ini disampaikan Peskov pada Rabu (4/11), sehari setelah Partai Demokrat berhasil mengamankan kendali atas Senat dan DPR AS dalam pemilu paruh waktu yang digelar Selasa (3/11). Kemenangan ini secara efektif mengakhiri dominasi Partai Republik di Kongres, dengan badan legislatif baru yang kini dikuasai Demokrat dijadwalkan mulai berfungsi secara resmi pada Januari 2027 mendatang.
Harapan Terhadap Dialog Trilateral dan Peran Trump
Ditanya apakah pengambilalihan kendali Kongres oleh Partai Demokrat dapat menggagalkan dialog antara Rusia dan AS, Peskov memilih untuk tidak berspekulasi. Ia menyebut dinamika internal tersebut sebagai "urusan dalam negeri AS". Namun, ia menekankan bahwa Presiden Trump masih menjabat dan menjadi aktor kunci dalam diplomasi saat ini. "Telah ada kemajuan, dan putaran perundingan trilateral lainnya akan segera dilakukan," imbuh Peskov, mengisyaratkan bahwa jalur komunikasi tetap terbuka.
Sebagai tindak lanjut dari harapan tersebut, Rusia, Ukraina, dan AS dijadwalkan melanjutkan perundingan perdamaian trilateral di Abu Dhabi pada 10 dan 11 November. Steve Witkoff, utusan khusus AS, sebelumnya menyatakan bahwa perundingan ini akan difokuskan pada upaya de-eskalasi serta langkah-langkah kemanusiaan untuk meredakan ketegangan di lapangan.
Kebijakan Luar Negeri Moskow Tetap Konsisten
Sementara itu, Sergey Ryabkov, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, memberikan pernyataan terpisah yang menegaskan konsistensi posisi Moskow. Ryabkov menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Rusia terhadap Ukraina tidak akan berubah, terlepas dari perkembangan politik di Amerika Serikat. Ia juga memberikan penilaian tajam terhadap pendekatan kepemimpinan Partai Demokrat, yang digambarkan sebagai "sangat negatif" terhadap Rusia.
Kombinasi pernyataan dari Peskov dan Ryabkov ini menunjukkan strategi Rusia yang dua arah: tetap membuka pintu untuk negosiasi melalui jalur eksekutif yang dipimpin Trump, sambil bersiap menghadapi potensi ketegangan diplomatik dari legislatif baru yang kini dikuasai Partai Demokrat. Situasi ini menempatkan diplomasi trilateral di Abu Dhabi sebagai titik krusial berikutnya dalam upaya penyelesaian konflik yang telah berlangsung lama tersebut.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Koreksi Historis: Demokrasi AS 'Hukum' Trump, Demokrat Kuasai Mutlak Kongres

Skandal Ueno Bank: Parlemen Paraguay Setujui Pemakzulan Presiden Santiago Pena

25 Penerbangan Eropa Lumpuh Akibat Serangan Bom Palsu Serentak, Ancaman Hibrida Bayangi Sekadar
