Sabtu, 7 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PGSI Hormati Keputusan Malaysia Coret Gulat dari SEA Games 2027, Atlet Waspadai Dampak Psikologis

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: Antara News
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

PGSI Hormati Keputusan Malaysia Coret Gulat dari SEA Games 2027, Atlet Waspadai Dampak Psikologis
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Meskipun demikian, Gusti menegaskan bahwa tuan rumah memiliki hak penuh dalam menentukan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, sehingga PGSI menerima keputusan ini dengan lapang dada.
  • "Kami dari PGSI memberitahu bahwa gulat yang tidak dipertandingkan itu ya sudah kami menerima.
  • Karena itu kan NOC-nya Malaysia yang buat (keputusan)," ujar Gusti Randa saat ditemui pewarta di Jakarta, Jumat.

Gusti Randa, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI), menyatakan penghormatan penuh terhadap keputusan tuan rumah Malaysia yang mencoret cabang olahraga gulat dari daftar pertandingan SEA Games 2027. Keputusan yang diambil oleh Komite Olimpiade Nasional (NOC) Malaysia tersebut diakui akan memberikan dampak signifikan, khususnya terhadap proyeksi perolehan medali Indonesia di ajang multilateral terbesar Asia Tenggara tersebut. Meskipun demikian, Gusti menegaskan bahwa tuan rumah memiliki hak penuh dalam menentukan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, sehingga PGSI menerima keputusan ini dengan lapang dada.

"Kami dari PGSI memberitahu bahwa gulat yang tidak dipertandingkan itu ya sudah kami menerima. Karena itu kan NOC-nya Malaysia yang buat (keputusan)," ujar Gusti Randa saat ditemui pewarta di Jakarta, Jumat. Pernyataan ini menegaskan sikap profesional federasi dalam menghadapi dinamika politik olahraga internasional, di mana otoritas penyelenggara memiliki kewenangan mutlak atas format kompetisi.

Dampak Psikologis dan Kontinuitas Program Latihan

Pencoretan gulat dari SEA Games 2027 dinilai menjadi pukulan berat bagi psikologi para atlet nasional. Hal ini mengingat gulat Indonesia merupakan salah satu cabang olahraga andalan yang berprestasi, dengan raihan satu emas, lima perak, dan dua perunggu pada edisi sebelumnya di SEA Games Thailand 2025. Absennya kompetisi resmi di level tertinggi regional ini menciptakan kekosongan wadah bagi para atlet untuk menguji kemampuan mereka di panggung internasional.

Untuk menjaga performa dan mentalitas para atlet, PGSI memastikan bahwa sistem pemusatan latihan (TC) akan tetap berjalan secara berkelanjutan. "Atlet tentunya kecewa ya karena sekarang ini kami punya sistem pemusatan latihan (TC) yang berkelanjutan. Meskipun tidak ada event kami tetap TC," jelas Gusti Randa. Langkah ini bertujuan agar para atlet tidak kehilangan momentum dan tetap dalam kondisi siap tempur, meskipun tanpa kompetisi resmi di bawah naungan SEA Games.

Pencarian Alternatif Turnamen dan Dampak pada Cabang Lain

Menghadapi kekosongan kompetisi ini, Gusti Randa berharap Federasi Gulat Asia Tenggara serta United World Wrestling (UWW) dapat segera mencarikan alternatif turnamen pengganti. Turnamen alternatif tersebut sangat krusial sebagai tolok ukur kemampuan para atlet yang saat ini kehilangan wadah kompetisi utama. Tanpa adanya event pengganti, evaluasi performa dan penajaman teknik para pesulap Indonesia akan terhambat secara signifikan.

Perlu dicatat bahwa pencoretan gulat bukan satu-satunya perubahan pada SEA Games 2027. Malaysia juga memutuskan untuk tidak mempertandingkan sejumlah cabang olahraga lainnya, antara lain:

  • Panjat tebing
  • Dayung
  • Voli pantai
Keputusan ini telah memicu sorotan dari berbagai pihak, termasuk Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang menyoroti absennya panjat tebing, menunjukkan adanya penyesuaian besar-besaran dalam format kompetisi SEA Games mendatang.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ