Nusrtdinov Zayan Fatih Bawa Tim Asia Raih Emas FEI di YOG Dakar, Sabet Tiket Final Individu
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

- Prestasi gemilang ini diraih di Equestrian Centre, Diamniadio, Senegal, di mana Dinov, sapaan akrab atlet tersebut, bekerja sama dengan tiga rekan satu timnya untuk mengungguli lima kontingen benua lainnya.
- Keberhasilan ini sekaligus memastikan langkah Dinov melaju ke babak final Individual Jumping yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
- Dinov memperkuat skuad Asia bersama Sresht Raju Mantena dari India, Alya Adnan Awadh Almheiri dari Uni Emirat Arab, dan Ruirui Sun dari China.
Nusrtdinov Zayan Fatih, atlet berkuda Indonesia, berhasil mengantarkan tim Asia merebut medali emas pada kompetisi Continental Team yang diselenggarakan oleh Federasi Equestrian Internasional (FEI) dalam rangkaian Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026. Prestasi gemilang ini diraih di Equestrian Centre, Diamniadio, Senegal, di mana Dinov, sapaan akrab atlet tersebut, bekerja sama dengan tiga rekan satu timnya untuk mengungguli lima kontingen benua lainnya. Keberhasilan ini sekaligus memastikan langkah Dinov melaju ke babak final Individual Jumping yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Dinov memperkuat skuad Asia bersama Sresht Raju Mantena dari India, Alya Adnan Awadh Almheiri dari Uni Emirat Arab, dan Ruirui Sun dari China. Kompetisi Continental Team ini diikuti 24 atlet yang terbagi dalam enam tim regional, yakni Afrika, Eropa, Inter-Amerika, Amerika Selatan, Asia, dan Intercontinental. Setiap tim terdiri dari empat atlet yang juga berpartisipasi dalam nomor individu, dengan tantangan tambahan berupa adaptasi cepat terhadap kuda yang disediakan panitia melalui sistem undian atau borrowed horse.
Kinerja Teknis dan Adaptasi Kuda
Secara teknis, Dinov menunjukkan performa konsisten di dua babak kualifikasi. Pada kualifikasi pertama yang berlangsung pada 3 November, ia mencatatkan waktu 87,12 detik dengan delapan poin penalti. Di babak kedua, performanya meningkat dengan waktu 72,60 detik dan hanya empat poin penalti. Total 12 poin penalti tersebut menempatkan Dinov di peringkat ke-11 klasemen gabungan individu, sebuah hasil krusial yang turut menyumbang poin besar bagi keberhasilan Tim Asia meraih posisi teratas. Dinov mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam membangun chemistry dengan tunggangannya, Ucaral de Beaujour, meskipun ia mengakui belum mengenal kuda tersebut 100 persen.
"Kami harus beradaptasi dengan cepat. Setelah beberapa kali latihan, saya sudah cukup mengenal kuda yang saya gunakan, meskipun belum 100 persen. Namun, saya sudah bisa mengandalkannya," ujar Dinov. Ia juga menambahkan bahwa cuaca panas di Dakar tidak menjadi kendala berarti karena dirinya terbiasa berolahraga di luar ruangan. "Saya juga sangat senang bisa berada di Afrika," tambahnya, menunjukkan kesiapan mental dan fisik yang matang.
Apresiasi CdM dan Prospek Medali Indonesia
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk YOG Dakar 2026, Ita Yuliati, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Dinov. "Alhamdulillah, kami bangga dengan kontribusi Dinov untuk Tim Asia. Ini menjadi pengalaman yang berharga sekaligus menambah kepercayaan dirinya menjelang final individu. Kami berharap Dinov bisa menjaga fokus, tampil maksimal, dan menjadikan pengalaman di Dakar sebagai bekal untuk terus berkembang hingga ke panggung Olimpiade senior," ujar Ita. Perlu dicatat bahwa medali emas Continental Team ini merupakan penghargaan khusus dari FEI dan tidak masuk dalam penghitungan medali resmi YOG.
Hingga Jumat dini hari WIB, kontingen Indonesia menempati peringkat ke-37 klasemen sementara dengan koleksi satu medali perak dan satu perunggu. Medali perak dipersembahkan oleh Asael Christo Jacob Rondonuwu dari wushu, sedangkan perunggu diraih pejudo Sashenka Cahaya Fatimah. Peluang menambah perolehan medali masih terbuka lebar melalui empat atlet yang akan bertanding pada Jumat, termasuk Dinov di final berkuda, perenang Michelle Surjadi Fang dan Reynard Delian Purwanto, serta atlet triatlon Aira Martha Adistri.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Ketua BTN Nilai Mundurnya Jadwal Piala Asia 2027 Jadi Keuntungan Strategis untuk Persiapan Skuad Indonesia

Guncangan Dunia Sepak Bola: Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Laga Uji Coba Indonesia vs Yordania Resmi Batal

Viral di Medsos: Penonton NBA Diusir usai Lempar Bola Keras ke Wasit, Luka Doncic Reaksi Murka
