Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kemendag Resmi Tetapkan Minyak Nilam sebagai Komoditas SRG untuk Dongkrak Nilai Ekonomi

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Terkini
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kemendag Resmi Tetapkan Minyak Nilam sebagai Komoditas SRG untuk Dongkrak Nilai Ekonomi
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menetapkan minyak nilam (patchouli oil) sebagai salah satu komoditas strategis yang dapat disimpan dalam Sistem Resi Gudang (SRG).
  • Penetapan ini didasarkan pada kajian terstruktur yang menunjukkan kelayakan minyak nilam untuk dikembangkan dalam kerangka SRG guna mendukung stabilitas harga dan produktivitas petani serta pelaku usaha.
  • Tirta menegaskan komitmen Bappebti dalam mengoptimalkan pemanfaatan SRG untuk menjaga kualitas komoditas dan meningkatkan nilai ekonomi minyak nilam di pasar domestik maupun global.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menetapkan minyak nilam (patchouli oil) sebagai salah satu komoditas strategis yang dapat disimpan dalam Sistem Resi Gudang (SRG). Kebijakan ini diumumkan oleh Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag, Tirta Karma Senjaya, di Jakarta, Jumat, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem perdagangan nasional. Penetapan ini didasarkan pada kajian terstruktur yang menunjukkan kelayakan minyak nilam untuk dikembangkan dalam kerangka SRG guna mendukung stabilitas harga dan produktivitas petani serta pelaku usaha.

Tirta menegaskan komitmen Bappebti dalam mengoptimalkan pemanfaatan SRG untuk menjaga kualitas komoditas dan meningkatkan nilai ekonomi minyak nilam di pasar domestik maupun global. "Bappebti berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan SRG untuk mendukung produktivitas, menjaga kualitas, mendorong stabilitas harga jual, serta meningkatkan nilai ekonomi minyak nilam di pasar domestik maupun global," ujar Tirta. Langkah ini dianggap krusial mengingat minyak nilam merupakan komoditas minyak asiri strategis Indonesia yang banyak dimanfaatkan dalam industri parfum, kosmetik, dan aromaterapi.

Landasan Hukum dan Kesiapan Ekosistem

Penetapan tersebut secara resmi tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2055 Tahun 2026 tentang Perubahan Barang yang Dapat Disimpan di Gudang Sistem Resi Gudang. Kelayakan minyak nilam didukung oleh kesesuaian karakteristik komoditas dengan fungsi SRG serta kesiapan ekosistem yang komprehensif, mencakup aspek pasar, rantai pasok, teknis, kelembagaan, pembiayaan, hingga regulasi. Proses pengusulan ini melibatkan diskusi mendalam dengan kementerian/lembaga terkait dan pemangku kepentingan dari hulu hingga hilir, serta mempertimbangkan rekomendasi dari pemerintah daerah dan asosiasi komoditas.

Dengan masuknya minyak nilam, total jumlah komoditas yang dapat disimpan di Gudang SRG kini bertambah. Sebelumnya, melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2026, telah ditetapkan sejumlah komoditas. Berikut adalah daftar lengkap 31 komoditas yang kini dapat disimpan dalam SRG:

  • Gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, dan gambir.
  • Teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, ayam karkas beku, dan gula kristal putih.
  • Kedelai, tembakau, kayu manis, agar, karagenan, mocaf, pinang, dan tapioka.
  • Ikan asap, ikan kayu, cengkeh, dan minyak nilam.

Dampak Strategis bagi Perdagangan Nasional

Penambahan komoditas ini diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi para pelaku usaha, khususnya petani nilam dan industri pengolahan. Dengan adanya instrumen SRG, petani dapat menunda penjualan saat harga rendah dan menjualnya ketika harga naik, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Selain itu, keberadaan SRG juga membantu menjaga pasokan dan kualitas produk, yang pada gilirannya akan memperkuat posisi kompetitif minyak nilam Indonesia di pasar internasional. Pemerintah memandang langkah ini sebagai strategi jangka panjang untuk mendiversifikasi portofolio komoditas SRG dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas unggulan nasional.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ