Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Guterres Desak Korsel dan Korut Buka Saluran Komunikasi untuk Cegah Eskalasi di Semenanjung Korea

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Kompas Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Guterres Desak Korsel dan Korut Buka Saluran Komunikasi untuk Cegah Eskalasi di Semenanjung Korea
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas dinamika militer yang intens di kawasan tersebut.
  • Dujarric menegaskan bahwa Guterres tetap prihatin dengan situasi di Semenanjung Korea, khususnya potensi meningkatnya ketegangan di zona demiliterisasi.
  • Menurut Dujarric, kedua pihak harus saling berkomunikasi untuk mencegah insiden yang tidak disengaja serta kesalahan perhitungan strategis, sekaligus mendorong keterlibatan diplomatik yang lebih konstruktif.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan Korea Utara dan Korea Selatan untuk segera membuka kembali saluran komunikasi guna mencegah kesalahpahaman dan mendorong dialog, ujar Juru Bicara PBB Stephane Dujarric di New York, Kamis (5/11). Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas dinamika militer yang intens di kawasan tersebut.

Dujarric menegaskan bahwa Guterres tetap prihatin dengan situasi di Semenanjung Korea, khususnya potensi meningkatnya ketegangan di zona demiliterisasi. Menurut Dujarric, kedua pihak harus saling berkomunikasi untuk mencegah insiden yang tidak disengaja serta kesalahan perhitungan strategis, sekaligus mendorong keterlibatan diplomatik yang lebih konstruktif. "Dialog tetap menjadi satu-satunya jalan untuk meredakan ketegangan dan mewujudkan perdamaian," tegasnya.

Uji Coba Senjata Strategis Picu Kekhawatiran Global

Kekhawatiran PBB ini muncul setelah Korea Utara melakukan serangkaian uji coba senjata dalam beberapa hari terakhir. Pyongyang dilaporkan telah beberapa kali meluncurkan rudal untuk menguji senjata dan sistem persenjataan yang ada. Aktivitas militer ini mencakup pengujian sistem pertahanan udara baru yang menjadi bagian dari modernisasi persenjataan negara tersebut.

  • Peluncuran rudal jelajah strategis jarak jauh yang diluncurkan dari kapal selam.
  • Pengujian sistem pertahanan udara baru.
  • Seri uji coba rudal untuk validasi sistem persenjataan saat ini.

Langkah-langkah militer ini dinilai berpotensi memperburuk hubungan bilateral dan memicu respons keras dari negara-negara tetangga, sehingga intervensi diplomasi melalui PBB dianggap krusial untuk meredam situasi.

Diplomasi Jadi Kunci Meredam Ketegangan

Penutupan saluran komunikasi antar-militer selama ini dinilai berisiko tinggi memicu konflik akibat kurangnya transparansi. Oleh karena itu, Guterres mendorong pihak-pihak terkait untuk memulai kembali jalur komunikasi, termasuk saluran antar-militer, sebagai langkah preventif. Dengan adanya jalur komunikasi yang terbuka, kedua negara dapat mengklarifikasi manuver militer dan menghindari eskalasi yang tidak diinginkan.

Upaya diplomasi ini diharapkan dapat menciptakan ruang bagi negosiasi lebih lanjut demi stabilitas kawasan. PBB menekankan bahwa perdamaian di Semenanjung Korea tidak dapat tercapai tanpa komitmen kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan dan menjaga de-eskalasi secara konsisten.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ