Gelombang Suara 90 Desibel di IMAX: Godzilla Minus Zero Picu Peringatan Pendengaran, Pengamat Sarankan Pelindung Telinga
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Film Godzilla Minus Zero memicu perhatian publik tidak hanya karena kualitas sinematik yang memukau, tetapi juga karena tingkat kebisingan ekstremnya yang mencapai 90 desibel saat diputar dalam format IMAX.
- Angka tersebut setara dengan tingkat kebisingan mesin pemotong rumput yang berjalan tepat di samping pendengar atau kereta bawah tanah yang melintas.
- Peringatan ini terungkap setelah kreator konten dengan akun X @imPatrickT membagikan tangkapan layar peringatan dari smartwatch-nya selama pemutaran film.
Film Godzilla Minus Zero memicu perhatian publik tidak hanya karena kualitas sinematik yang memukau, tetapi juga karena tingkat kebisingan ekstremnya yang mencapai 90 desibel saat diputar dalam format IMAX. Angka tersebut setara dengan tingkat kebisingan mesin pemotong rumput yang berjalan tepat di samping pendengar atau kereta bawah tanah yang melintas. Peringatan ini terungkap setelah kreator konten dengan akun X @imPatrickT membagikan tangkapan layar peringatan dari smartwatch-nya selama pemutaran film. Dalam cuitannya, ia menyatakan bahwa Godzilla Minus Zero adalah film paling bising yang pernah ia dengar seumur hidup, sekaligus menjadi patokan baru untuk menguji pengaturan bioskop.
Meskipun menimbulkan keresahan terkait kesehatan pendengaran, kritik tersebut tidak meredam pujian terhadap kualitas visual dan teknis film. @imPatrickT tetap memuji film tersebut sebagai karya yang luar biasa dan definisi sebenarnya dari produksi yang direkam khusus untuk IMAX. Untuk konteks kesehatan, pakar menyarankan penggunaan pelindung pendengaran jika paparan suara melebihi 80 desibel secara terus-menerus. Mengingat durasi film ini mencapai 135 menit, penonton dengan sensitivitas pendengaran tinggi sangat disarankan membawa penutup telinga cadangan untuk kenyamanan dan keamanan auditif.
Perdebatan Standar Audio dan Dampak pada Penonton
Tren audio ekstrem di bioskop belakangan ini memang memicu perdebatan. Sepanjang tahun ini, penonton juga mempertanyakan tata suara film The Odyssey garapan Christopher Nolan yang dianggap terlalu bising, terutama di format IMAX. Keluhan serupa muncul pada adegan jeritan Cyclops yang dilaporkan mencapai 120 desibel. Namun, untuk Godzilla Minus Zero, lonjakan desibel tersebut dinilai wajar mengingat film ini menampilkan pertempuran sengit antara Godzilla dan King Ghidorah. Sutradara Takashi Yamazaki menegaskan bahwa pertarungan dalam film tidak sekadar dieksekusi layaknya pertunjukan gulat raksasa, melainkan dirancang dengan detail akustik yang intens untuk memperkuat dampak emosional adegan.
Profil Cerita dan Respons Industri Film
Keputusan mempertahankan tata suara bombastis terbukti berdampak positif pada penerimaan kritis. Godzilla Minus Zero menuai ulasan positif dengan nilai rata-rata 4,5 bintang, menjadikannya salah satu film terbaik tahun ini. Secara naratif, film ini mengisahkan para penyintas di Jepang pasca-Perang Dunia II, dengan latar waktu 1949 di kota Matsumoto yang dihantam anomali meteor. Makhluk asing bernama Ghidorah, gabungan kata "chimera" dan "hydra", tiba dalam wujud agar-agar bertentakel dan memakan satwa liar untuk membentuk wujud barunya. Film ini resmi tayang di bioskop Indonesia pada 4 November dan terus menjadi pembicaraan hangat di kalangan penonton dan pelaku industri film.
BERITA TERKAIT (Film & Seri)

Tanpa Post-Credits, Godzilla Minus Zero Tegaskan Penutup Dramatis di Layar Lebar

Sinopsis Gak Ada Matinya: Oki Rengga Terjebak Sandiwara Menyelamatkan Utang KPR

Wajib Nonton! Review The Dog Stars karya Ridley Scott yang Bikin Geger! ๐ฌ
