Bob Dylan Tampil Misterius dengan Hoodie Hitam saat Bertemu Paus Leo XIV, Netizen: Mirip Palpatine
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

- Legenda musik folk rock Amerika Serikat, Bob Dylan , menarik perhatian publik secara tak terduga saat bertemu Paus Leo XIV di Vatikan pada Rabu (4/11) waktu setempat.
- Alih-alih berfokus pada substansi pertemuan dua tokoh berpengaruh dunia, sorotan media sosial justru tertuju pada penampilan nyeleneh sang musisi berusia 85 tahun itu.
- Gaya berpakaian yang jarang ditunjukkan oleh peraih Nobel Sastra ini langsung memicu reaksi kocak dari warganet.
Legenda musik folk rock Amerika Serikat, Bob Dylan, menarik perhatian publik secara tak terduga saat bertemu Paus Leo XIV di Vatikan pada Rabu (4/11) waktu setempat. Alih-alih berfokus pada substansi pertemuan dua tokoh berpengaruh dunia, sorotan media sosial justru tertuju pada penampilan nyeleneh sang musisi berusia 85 tahun itu. Dylan hadir di Istana Apostolik berbalut hoodie hitam pekat dengan tudung yang sengaja dinaikkan menutupi kepala, dipadukan dengan jaket dan celana berwarna senada, menciptakan siluet yang kontras dengan suasana sakral kepausan.
Gaya berpakaian yang jarang ditunjukkan oleh peraih Nobel Sastra ini langsung memicu reaksi kocak dari warganet. Di Instagram, seorang penggemar mengomentari, "Kenapa Bob Dylan dandan seperti grim reaper (malaikat pencabut nyawa)?" dengan emoji tertawa. Komentar lain lebih spesifik merujuk pada semesta fiksi populer, "Sekilas aku pikir itu Palpatine," guyon salah satu netizen, merujuk pada karakter antagonis Sith Lord di Star Wars yang identik dengan jubah hitam bertudung. Netizen lain menambahkan, Dylan telah kembali 'berinoviasi' dengan menjadi orang pertama yang menyapa Paus dengan hoodie terpasang.
Pertemuan Hangat di Balik Sorotan Busana
Di balik keheboan visual tersebut, pertemuan antara Dylan dan Paus Leo XIV dilaporkan berlangsung hangat meski singkat. Menurut Vatican News, interaksi keduanya diisi dengan sapaan dan obrolan ringan. Sebagai bentuk penghormatan, Bapa Suci memberikan suvenir berupa rosario, sementara Dylan menyerahkan salinan buku autobiografinya, Chronicles: Volume One. Kehadiran Dylan di Italia merupakan bagian dari agenda tur musim gugurnya, Rough and Rowdy Ways, yang dijadwalkan tampil di Palazzo dello Sport, Roma, pada Kamis (5/11), sebelum melanjutkan perhentian di Milan dan Bologna. Uniknya, seluruh rangkaian konser ini menerapkan aturan ketat yang melarang penonton merekam menggunakan ponsel pintar.
Jejak Sejarah dan Simbolisme Perdamaian
Koneksi spiritual dan ideologis antara Dylan dan Kepausan sejatinya sudah terjalin lama. Paus Leo XIV, yang tercatat sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat, dikenal memiliki sikap anti-perang yang tegas. Pada Juli 2026, ia bahkan meminjam penggalan lirik lagu protes Dylan dari era Perang Dingin (1963), Go Away You Bomb, untuk kata pengantar buku terbitan Vatikan, Disarmed and Disarming: Peace Is a Gift. Paus menyelipkan lirik "I hate you cause yer man-made and man-owned, an' man-handled" sebagai peringatan keras terhadap ancaman persenjataan nuklir global. Bagi Dylan sendiri, pertemuan ini bukan yang pertama; ia pernah tampil di hadapan Paus Yohanes Paulus II di Bologna pada 1997, membawakan Knockin' on Heaven's Door di depan 300 ribu penonton, momen yang kemudian direspons Paus dengan mengutip lirik Blowin' in the Wind dalam pidatonya.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Luna Maya Jadi Eksekutif Produser DESEMBER JANI: Cerita Keluarga yang Dekat dengan Dirinya

Carmen Hearts2Hearts Banggakan Budaya: Tampil dengan Seragam SMA Indonesia di Mnet Plus

Soimah Kian Ekspresif di D'Academy 8: Joget bersama Lesti dan Dewi Perssik
