Beda Nasib Purna Tugas Ronaldo dan Messi: Ronaldo Pensiun dalam Konflik, Messi Diberi Perpisahan Manis
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

- Nasib dua legenda sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi , berakhir dengan kontras dramatis saat mereka resmi menggantung sepatu dari tim nasional.
- Jika Messi menikmati perpisahan yang penuh kebanggaan di Stadion Monumental, Ronaldo justru menutup era emasnya dengan riak-riak ketidakpuasan.
- Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memang sama-sama menggelar laga perpisahan, namun nuansa emosional yang menyertai dua ikon ini sangat berbeda.
Nasib dua legenda sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, berakhir dengan kontras dramatis saat mereka resmi menggantung sepatu dari tim nasional. Jika Messi menikmati perpisahan yang penuh kebanggaan di Stadion Monumental, Ronaldo justru menutup era emasnya dengan riak-riak ketidakpuasan. Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memang sama-sama menggelar laga perpisahan, namun nuansa emosional yang menyertai dua ikon ini sangat berbeda.
Ronaldo, 41 tahun, mengundurkan diri pada 5 November setelah serangkaian konflik internal. Sementara itu, Messi lebih dulu pensiun pada 31 Agustus, menyusul kegagalan Argentina juara beruntun di Piala Dunia 2026. Perbedaan ini bukan sekadar soal waktu, melainkan soal kualitas hubungan antara pemain dan institusinya di penghujung karier internasional mereka.
Ronaldo Pensiun di Tengah Ketegangan dengan Pelatih
Konflik Ronaldo dengan Jorge Jesus menjadi pemicu utama pengunduran diri sang megabintang. Jesus diduga mengingkari janji, menyebabkan Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan untuk UEFA Nations League September-Oktober. Ia kemudian dikenai sanksi larangan tampil selama satu bulan dan denda โฌ255 (sekitar Rp5,1 juta). Ronaldo bahkan menolak menjalani laga perpisahan selama Jesus masih menjadi pelatih, meskipun FPF telah menjadwalkan pertandingan tersebut.
Karier Ronaldo di timnas memang gemilang dengan trofi Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League 2019 serta 2025. Namun, kegagalannya di 16 besar Piala Dunia 2026 dan ketegangan dengan pelatih membuat perpisahannya terasa "mengenaskan" menurut analisis media. Situasi ini meninggalkan pertanyaan terbuka soal bagaimana FPF akan mengelola transisi kepemimpinan dan penghormatan terhadap ikon mereka di masa mendatang.
Perpisahan Messi yang Manis dan Penuh Penghormatan
Sebaliknya, Messi menutup kariernya dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Benin pada 6 Oktober. Sebagai kapten Inter Miami, ia mencatatkan satu gol dan dua assist dalam laga perpisahan yang diorganisir langsung oleh AFA. Kekalahan 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 menjadi pemicu keputusannya pensiun hampir dua bulan kemudian.
Pencapaian Messi di kancah internasional tetap menjadi rekor dunia: juara Piala Dunia 2022, dua gelar Copa America (2021 & 2024), dan Finalissima 2022. Perpisahannya berjalan mulus, tanpa konflik dengan federasi, menunjukkan hubungan harmonis antara AFA dan sang kapten. Kontras dengan kasus Ronaldo, perpisahan Messi menjadi simbol transisi yang mulus dan penuh penghormatan terhadap warisan yang ia bangun selama beberapa dekade.
BERITA TERKAIT (Sepak Bola)

Duel Bumi dan Langit: Dewa United Berpeluang Gulingkan Persija dari Puncak Super League

Los Angeles Lakers Kirim Bronny James ke G League untuk Tingkatkan Menit Bermain

Malu di Kandang, AC Milan Tak Berdaya Ditumbangkan Ferencvaros 0-2 di San Siro
