Tekanan AS Buat Oracle Batalkan Sewa Chip AI Senilai $7 Miliar untuk Tencent
Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

- Oracle dilaporkan membatalkan kontrak sewa chip kecerdasan buatan canggih selama lima tahun senilai sekitar $7 miliar untuk Tencent .
- Langkah strategis ini diambil akibat tekanan langsung dari administrasi Presiden Donald Trump, sebagaimana diwartakan Financial Times pada 4 November.
- Batalkan ini memutus akses Tencent terhadap sekitar 100.000 chip AI mutakhir yang seharusnya ditempatkan di pusat data Oracle di Asia Tenggara.
Oracle dilaporkan membatalkan kontrak sewa chip kecerdasan buatan canggih selama lima tahun senilai sekitar $7 miliar untuk Tencent. Langkah strategis ini diambil akibat tekanan langsung dari administrasi Presiden Donald Trump, sebagaimana diwartakan Financial Times pada 4 November. Batalkan ini memutus akses Tencent terhadap sekitar 100.000 chip AI mutakhir yang seharusnya ditempatkan di pusat data Oracle di Asia Tenggara.
Aksesi tersebut dirancang untuk memperkuat komputasi komputasi AI Tencent secara signifikan. Penolakan ini menandai eskalasi dalam persaingan teknologi global, di mana regulator Amerika Serikat secara ketat memantau aliran hardware semikonduktor tingkat tinggi menuju pemain besar dari Tiongkok.
Intervensi Politik dan Dampak Strategis
Dilaporkan bahwa pejabat AS mengangkat kekhawatiran serius mengenai pengaturan tersebut terhadap Oracle. Tekanan regulator ini berimbas pada dinamika internal industri teknologi Tiongkok. Tencent kini menghadapi tantangan ganda; selain kehilangan sumber daya komputasi dari mitra asing, perusahaan tersebut juga menerima kunjungan dari pejabat senior Provinsi Guangdong yang mendesak mereka untuk mendukung penggunaan chip buatan Tiongkok.
Saat ini, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Oracle, Tencent, maupun Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait pembatalan kesepakatan bernilai miliaran dolar ini.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Huawei Daftarkan Merek OSTA, Rancang Sub-Merek Smartphone Baru Xingmang

Nothing Rilis Perangkat AI-Natif Tanpa Layar di Desember, Carl Pei Tekankan Konteks Kerja

Baidu Luncurkan Apollo World, Model Dunia Multimodal untuk Mempercepat Pengembangan Robotaxi
