Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Spanyol Minta Bantuan Teknis Uni Eropa Selidiki Tabrakan Kereta Cepat yang Tewaskan 69 Orang

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: Kompas Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Spanyol Minta Bantuan Teknis Uni Eropa Selidiki Tabrakan Kereta Cepat yang Tewaskan 69 Orang
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Komisioner Eropa untuk Transportasi Berkelanjutan dan Pariwisata, Apostolos Tzitzikostas , mengonfirmasi pada Rabu (4/11) bahwa otoritas penyelidikan Spanyol telah meminta dukungan ERA.
  • Respons Politik dan Pergantian Kepemimpinan Kementerian Tragedi ini juga memicu gelombang respons politik di Madrid.
  • Keputusan ini menyusul pengunduran diri Menteri Transportasi Oscar Puente pada Selasa (3/11).

Pemerintah Spanyol secara resmi meminta bantuan teknis dari Badan Perkeretaapian Uni Eropa (ERA) untuk menyelidiki tragedi tabrakan dua kereta api berkecepatan tinggi yang menewaskan 69 orang di dekat Urda, Spanyol tengah, pada 28 Oktober. Insiden fatal ini menjadi perhatian internasional karena skala korban dan kompleksitas teknis yang terlibat, memicu permintaan dukungan langsung dari otoritas transportasi Eropa untuk memastikan investigasi berjalan transparan dan mendalam.

Menurut laporan Xinhua, tabrakan terjadi ketika sebuah kereta yang dioperasikan oleh perusahaan kereta milik negara Renfe menabrak bagian belakang kereta yang sedang berhenti, yang dioperasikan oleh perusahaan swasta Iryo. Komisioner Eropa untuk Transportasi Berkelanjutan dan Pariwisata, Apostolos Tzitzikostas, mengonfirmasi pada Rabu (4/11) bahwa otoritas penyelidikan Spanyol telah meminta dukungan ERA. Tzitzikostas menegaskan bahwa ERA akan memberikan seluruh bantuan teknis yang diperlukan, namun menekankan bahwa penyelidikan akan tetap berada di bawah arahan dan kewenangan penuh para penyelidik Spanyol dengan tujuan mengungkap fakta-fakta insiden tersebut.

Respons Politik dan Pergantian Kepemimpinan Kementerian

Tragedi ini juga memicu gelombang respons politik di Madrid. Pada hari yang sama, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan bahwa Wakil Perdana Menteri Pertama sekaligus Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Usaha, Carlos Cuerpo, akan mengambil alih sementara kepemimpinan Kementerian Transportasi dan Mobilitas Berkelanjutan. Keputusan ini menyusul pengunduran diri Menteri Transportasi Oscar Puente pada Selasa (3/11). Puente menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab moral menyusul kecelakaan kereta besar kedua yang terjadi di Spanyol dalam tahun ini.

Ulangi Tragedi dan Dampaknya pada Sistem Transportasi

Pengunduran diri Puente dan permintaan bantuan ERA menyoroti tekanan besar yang dihadapi pemerintah Spanyol dalam menjamin keselamatan infrastruktur transportasi nasional. Sebelumnya, tabrakan serupa telah terjadi di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, Spanyol selatan, pada 18 Januari lalu yang menewaskan 46 orang. Insiden beruntun ini memaksa pemerintah untuk mengevaluasi ulang protokol keselamatan dan koordinasi antar-operator kereta api, baik milik negara maupun swasta, guna mencegah terulangnya tragedi yang memakan korban jiwa dalam skala masif.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ