Nova Widianto Proyeksikan Amri/Nita dan Dejan/Felisha sebagai Kandidat Utama Hadapi Olimpiade Los Angeles 2028

- Keputusan strategis ini didasarkan pada analisis peringkat dunia terkini serta potensi keduanya untuk berlaga di turnamen-turnamen berlevel tinggi.
- Proses seleksi menuju panggung Olimpiade tidak bersifat instan; seluruh aspek permainan dan mentalitas pemain akan terus dievaluasi.
- Nova menjelaskan bahwa hasil pertandingan di turnamen-turnamen mendatang akan menjadi parameter utama untuk menentukan siapa yang benar-benar layak menjadi andalan Indonesia dalam perebutan tiket lolos.
Nova Widianto, kepala pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI, secara resmi memproyeksikan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu sebagai dua pasangan kandidat utama yang akan dipersiapkan menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Keputusan strategis ini didasarkan pada analisis peringkat dunia terkini serta potensi keduanya untuk berlaga di turnamen-turnamen berlevel tinggi. Meskipun komposisi pasangan masih dalam tahap uji coba dan belum ditetapkan secara permanen, Nova menegaskan bahwa kedua duet ini menjadi prioritas tim pelatih dalam skema persiapan jangka panjang Indonesia di kancah internasional.
Proses seleksi menuju panggung Olimpiade tidak bersifat instan; seluruh aspek permainan dan mentalitas pemain akan terus dievaluasi. Nova menjelaskan bahwa hasil pertandingan di turnamen-turnamen mendatang akan menjadi parameter utama untuk menentukan siapa yang benar-benar layak menjadi andalan Indonesia dalam perebutan tiket lolos. "Ini uji coba, tapi kemungkinan dua pasang ini yang kami masukkan ke road to Olympic," ujar Nova saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, pada Kamis. Pernyataan ini menegaskan bahwa performa di lapangan lebih diutamakan daripada sekadar label nama besar.
Target Teknis Amri/Nita dan Evolusi Permainan Dejan/Felisha
Untuk pasangan Amri/Nita, Nova mematok target yang sangat spesifik: menembus dan mempertahankan posisi delapan besar dunia sebelum periode pengumpulan poin kualifikasi Olimpiade dimulai. Saat ini, berdasarkan daftar peringkat BWF per 3 November 2026, Amri/Nita menempati posisi kesembilan. "Saya sendiri sudah bilang sama mereka sebelum penghitungan poin Olimpiade mulai, kita harus sudah masuk, sudah stabil di top delapan," tegas Nova. Posisi ini krusial karena menjamin undian pertandingan yang lebih menguntungkan, sehingga mereka tidak harus langsung berhadapan dengan unggulan utama di babak pembuka. Kinerja mereka terlihat menjanjikan setelah mencapai perempat final French Open dan semifinal Hylo Open 2026, meski harus mengakui keunggulan pasangan Denmark Jesper Toft/Amalie Cecilie Kudsk dengan skor 23-21, 12-21, 20-22.
Sementara itu, Dejan/Felisha, yang baru dipasangkan pada Oktober 2026, sedang dalam fase penemuan konsistensi pasca tiga turnamen di Eropa. Mereka tersingkir di babak pertama Denmark Open dan French Open, sebelum melangkah ke babak kedua Hylo Open. Nova menilai pasangan ini memiliki skill tertinggi yang diharapkan tim, namun masih terhalang oleh keraguan dalam menerapkan pola permainan serta hilangnya fokus di poin-poin penting. "Secara skill, mereka mungkin yang paling kita harapkan di samping Amri/Nita," kata Nova. Ia menekankan bahwa kepercayaan diri menjadi kunci agar potensi mereka dapat terealisasi di lapangan kompetisi.
Dinamika Seleksi dan Prospek Masa Depan PBSI
Nova menekankan bahwa penentuan pasangan final tidak hanya bergantung pada satu atau dua hasil pertandingan, melainkan pada perkembangan permainan, kualitas lawan yang dihadapi, serta konsistensi sepanjang rangkaian turnamen. Ruang evaluasi tetap terbuka lebar bagi tim pelatih untuk membandingkan performa kedua pasangan secara menyeluruh. Strategi ini bertujuan untuk memastikan Indonesia memiliki komposisi ganda campuran yang paling kompetitif dan stabil saat menghadapi tekanan kompetitif dalam kualifikasi Olimpiade 2028. Dengan demikian, proses pemantauan akan berlangsung ketat hingga periode pengumpulan poin resmi dimulai.
BERITA TERKAIT (Bulu Tangkis)

Cedera Lutut Hambat Apriyani Rahayu, Peluang Tampil di Sisa Musim 2026 Menipis

Alwi Farhan Tekuk Nishimoto, Jaga Asa ke BWF World Tour Finals 2026

Alwi Farhan Hancurkan Nishimoto, Kunci Tiket 16 Besar Korea Open 2026
