Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Meski Menang 2-1 atas Slavia Praha, Mikel Arteta Kritisi Kecerobohan Arsenal di Babak Kedua

MotoGPBudi SantosoBudi SantosoSumber: Detik MotoGP & Kompas Nasional & Detik MotoGP
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Meski Menang 2-1 atas Slavia Praha, Mikel Arteta Kritisi Kecerobohan Arsenal di Babak Kedua
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Mikel Arteta menua kritik tajam kepada timnya meski Arsenal berhasil memetik kemenangan 2-1 atas Slavia Praha dalam lanjutan fase liga Liga Champions 2026/2027.
  • Manajer The Gunners itu menilai performa skuadnya di babak kedua sangat ceroboh dan kehilangan kendali, meskipun mereka berhasil mempertahankan keunggulan untuk mengamankan tiga poin.
  • Kemenangan ini menegaskan posisi Arsenal di tangga perolehan poin tertinggi, namun eksekusi permainan yang fluktuatif menjadi sorotan utama bagi Arteta di kubuk Emirates.

Mikel Arteta menua kritik tajam kepada timnya meski Arsenal berhasil memetik kemenangan 2-1 atas Slavia Praha dalam lanjutan fase liga Liga Champions 2026/2027. Manajer The Gunners itu menilai performa skuadnya di babak kedua sangat ceroboh dan kehilangan kendali, meskipun mereka berhasil mempertahankan keunggulan untuk mengamankan tiga poin. Kemenangan ini menegaskan posisi Arsenal di tangga perolehan poin tertinggi, namun eksekusi permainan yang fluktuatif menjadi sorotan utama bagi Arteta di kubuk Emirates.

Arsenal mengawali laga di Fortuna Arena dengan agresif. Noni Madueke membuka keunggulan pada menit kesembilan setelah menerima sentuhan Viktor Gyokeres dari umpan panjang kiper David Raya. Tim tamu menggandakan keunggulan pada menit ke-38 melalui aksi Gyokeres yang melakukan kombinasi umpan satu-dua dengan Mikel Merino, membungkam pertahanan tuan rumah. Namun, dominasi berubah drastis saat jeda berakhir. Slavia Praha yang tertinggal mulai menekan, memaksa Gabriel Magalhaes melakukan sapuan krusial di garis gawang dan David Raya menggagalkan peluang Oskar Kubiak. Skor akhir baru bisa diciptakan oleh Wiktor Nowak pada menit ke-83, mengubah ketegangan hingga peluit panjang.

Diagnosis Teknis Arteta: Dua Babak, Dua Dunia Berbeda

Arteta secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap transisi performa tim di babak kedua. Dalam wawancara pasca-laga, ia menegaskan bahwa Arsenal seharusnya mampu mengunci skor 3-0 atau 4-0 pada paruh pertama. Namun, setelah turun minum, The Gunners justru terdesak dan melakukan banyak kesalahan teknis mendasar. "Pada babak kedua, kami lebih banyak berada dalam tekanan dan bermain sangat ceroboh. Kami terlalu sering kehilangan bola, melakukan banyak sapuan yang buruk, serta tidak mampu mempertahankan penguasaan bola," ungkap Arteta. Ia menyadari bahwa mentalitas tinggi Slavia Praha membuat mereka terus berlari dan bermain agresif, sebuah fakta yang gagal diantisipasi oleh formasi 4-2-3-1 milik Arsenal.

Kritik ini datang di saat Arsenal membutuhkan stabilitas untuk bersaing di papan atas Liga Champions. Ketidakmampuan mengontrol ritme saat unggul dua gol mengindikasikan rapuhnya struktur permainan ketika menghadapi tekanan. Arteta mengingatkan bahwa kompetisi Eropa menghukum setiap kelalaian, sehingga "masih banyak yang harus dipelajari" oleh skuadnya agar tidak terjerembab dalam skenario yang merugikan di laga-laga krusial mendatang.

Dampak Klasemen dan Evaluasi Jangka Panjang Tim

Terkait hasil pertandingan, kemenangan ini membuat Arsenal naik ke posisi ketiga klasemen sementara Liga Champions dengan koleksi 10 poin dari empat pertandingan. Sebaliknya, Slavia Praha harus menerima kenyataan pahit tertahan di urutan ke-34 dengan hanya satu poin, yang menurut laporan resmi UEFA, membuat mereka berjuang keras untuk bertahan di fase liga. Bagi Arsenal, poin penuh ini menjadi modal penting, tetapi dalam kacamata Arteta, nilai kompetitif tersebut berbanding terbalik dengan kualitas performa tim yang tidak konsisten.

Langkah Arteta untuk mengevaluasi ulang taktik dan mentalitas anak asuh kini menjadi prioritas utama. Kekalahan di lini pertahanan pada menit-menit akhir yang nyaris menyamakan kedudukan menjadi peringatan keras. Dalam kompetisi berstandar tinggi, detail kecemerlangan babak pertama tidak boleh menutupi masalah struktural di babak kedua, jika Arsenal ingin benar-benar menjuarai liga dan bukan sekadar lolos ke babak berikutnya.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ