Korea Utara Pasang Speaker Propaganda dan Regu Tembak di Perbatasan Mulai Akhir Oktober

Dunia
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Korea Utara Pasang Speaker Propaganda dan Regu Tembak di Perbatasan Mulai Akhir Oktober
BAGIKAN:

Korea Utara berencana mengoperasikan pengeras suara untuk perang psikologis serta menempatkan regu tembak di sepanjang perbatasannya dengan Korea Selatan. Menurut kantor berita KCNA pada Rabu (21/10), langkah ini bertujuan agar pasukan Pyongyang dapat mengambil tindakan cepat jika merasa keamanan negaranya terancam.

Rencana tersebut disampaikan oleh Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Ia menyatakan bahwa tim pemburu taktis telah mengambil posisi baru dan pengeras suara akan mulai beroperasi pada akhir Oktober ini. Informasi itu dikutip oleh Reuters dari laporan KCNA.

Pernyataan Kim Yo Jong muncul setelah ia melakukan kunjungan ke sejumlah titik perbatasan bersama Marsekal Angkatan Darat Pa Jong Chon. Dalam kunjungan tersebut, Kim mendapati bahwa jalur perbatasan kedua negara benar-benar terblokir dan pengamanan diperketat. Ia juga menuduh Seoul mengeluarkan peringatan melalui pengeras suara serta melepaskan tembakan di dua lokasi perbatasan.

Kim Yo Jong memperingatkan bahwa jika tembakan peringatan dari pihak lawan sampai menimbulkan kerugian nyata bagi keselamatan wilayah atau tentara Korea Utara, pasukan perbatasan mereka akan memberikan balasan keras tanpa ampun terhadap pihak yang dianggapnya bersenjata dan kehilangan akal sehat.

Eskalasi di perbatasan ini terjadi setelah insiden bulan lalu ketika dua prajurit Korea Selatan terluka akibat ledakan ranjau di kawasan perbatasan. Peristiwa tersebut memicu ketegangan baru antara kedua negara.

Seoul mengecam Pyongyang atas insiden ranjau itu dan mendesak penghentian seluruh kegiatan militer di perbatasan. Pada Selasa (20/10), pemerintah Korea Selatan menegaskan akan memberikan hukuman tegas terhadap setiap provokasi apabila Korea Utara terus melanjutkan aktivitas militernya di kawasan tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
😸