Pemkab HSU gandeng ULM untuk optimalisasi fungsi Rumah Pompa Polder Alabio

Berita Daerah
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Pemkab HSU gandeng ULM untuk optimalisasi fungsi Rumah Pompa Polder Alabio
BAGIKAN:

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, mengambil langkah strategis dengan menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (ULM) demi mengoptimalkan kinerja Rumah Pompa di kawasan Polder Alabio. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sistem pengairan lokal guna mencegah banjir dan memastikan pasokan air tetap stabil bagi lahan pertanian serta permukiman warga yang selama ini bergantung pada infrastruktur tersebut.

Fokus utama kerja sama ini terletak pada evaluasi teknis menyeluruh terhadap mesin pompa dan jaringan saluran air. Tim ahli dari ULM akan meninjau kondisi operasional saat ini, mengidentifikasi titik-titik lemah dalam distribusi air, serta merumuskan solusi berbasis sains untuk meningkatkan efisiensi energi dan kapasitas debit air tanpa harus melakukan pembangunan fisik berskala besar yang memakan waktu lama.

Kawasan Polder Alabio memiliki sejarah panjang sebagai daerah rawan genangan akibat topografi dataran rendah dan curah hujan tinggi. Selama bertahun-tahun, ketergantungan pada rumah pompa menjadi satu-satunya benteng pertahanan masyarakat melawan luapan air sungai. Namun, usia peralatan yang semakin tua sering kali memicu gangguan operasional mendadak, sehingga intervensi akademis dinilai krusial untuk memperpanjang umur pakai aset negara tersebut.

Dampak langsung dari optimalisasi ini diharapkan dirasakan oleh ribuan petani padi di sekitar alur sungai Barito. Dengan pengaturan jadwal penyiraman dan pembuangan air yang lebih presisi, risiko gagal panen akibat kekeringan atau kebanjiran dapat diminimalisir. Selain itu, stabilitas aliran air juga berkontribusi pada kesehatan lingkungan permukiman, mengurangi potensi munculnya penyakit bawaan air seperti demam berdarah yang kerap meningkat pasca-banjir.

Langkah Pemkab HSU ini mencerminkan pergeseran paradigma pengelolaan sumber daya alam dari pendekatan reaktif menuju preventif berbasis data. Alih-alih menunggu kerusakan parah sebelum memperbaiki, pemerintah daerah memilih melibatkan institusi pendidikan tinggi untuk memberikan rekomendasi ilmiah yang terukur. Hal ini sekaligus menjadi model sinergi antara birokrasi pemerintahan dan kalangan akademik dalam menyelesaikan masalah infrastruktur publik secara berkelanjutan.

Analisis Redaksi

Integrasi keahlian universitas dalam proyek infrastruktur daerah merupakan sinyal positif bagi tata kelola pembangunan di tingkat kabupaten. Selama ini, banyak proyek pengairan yang dirancang tanpa kajian hidrologi mendalam, menyebabkan ketidakefisienan anggaran. Keterlibatan ULM menjamin bahwa setiap keputusan teknis didasarkan pada analisis data lapangan yang valid, bukan sekadar asumsi administratif, sehingga akuntabilitas penggunaan dana publik menjadi lebih terjaga.

Masyarakat perlu waspada terhadap kemungkinan hambatan birokrasi dalam implementasi hasil kajian. Rekomendasi ilmiah seringkali berbenturan dengan realitas anggaran tahunan atau prioritas politik jangka pendek. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh komitmen eksekutif setempat untuk menerjemahkan temuan akademis menjadi kebijakan operasional yang konsisten, terlepas dari pergantian kepemimpinan daerah di masa depan.

Meow! Tanya Nesi!
😸