Shin Tae-yong Perintih Persija Lupakan Juara ASEAN Cup, Fokus ke Super League
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Shin Tae-yong menginstruksikan Persija Jakarta untuk segera menghentikan selebrasi juara FIFA ASEAN Cup 2026 dan memusatkan energi penuh pada persiapan laga lanjutan Super League 2026/2027. Pesan tegas itu disampaikan pelatih asal Korea Selatan tersebut sebelum sesi latihan di Sawangan, mengisyaratkan bahwa fokus pada klub merupakan prasyarat utama bagi pemain untuk kembali dipercaya membela Timnas Indonesia.
"Saya mengucapkan selamat kepada para pemain tim nasional yang kemarin berhasil menjadi juara," kata Shin di Persija Training Ground, Depok, Rabu (7/10) sore. Ia menambahkan bahwa euforia kemenangan harus berhenti di titik tersebut. "Sekarang kita harus mempersiapkan diri dengan baik untuk kompetisi liga," ujarnya menegaskan. Shin mewanti-wanti skuad Macan Kemayoran agar tidak larut dalam pesta kemenangan yang baru saja berlangsung.
Konteks instruksi ini datang segera setelah skuad racikan John Herdman mengukir sejarah dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 pada Senin (5/10). Indonesia memastikan gelar setelah mengalahkan Thailand dengan skor 4-2 lewat drama adu penalti. Keberhasilan ini menempatkan lima pemain Persija dalam daftar skuad juara, yaitu Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Rayhan Hannan, Jordi Amat, dan Nadeo Argawinata. Bagi manajemen tim, momen ini menjadi bahan evaluasi kedisiplinan para pemain.
Kontribusi para pemain tersebut di laga internasional bervariasi. Rizky Ridho menjadi andalan dengan total 139 menit main dari empat laga. Peran Rayhan Hannan dan Shayne Pattynama lebih terbatas, masing-masing mencatatkan 26 dan 19 menit di lapangan. Sementara itu, Jordi Amat dan Nadeo Argawinata hanya menghabiskan waktu sebagai pemain cadangan. Perbedaan menit bermain ini menunjukkan bahwa kompetisi liga adalah arena utama untuk membuktikan konsistensi dan merebut posisi reguler di tim nasional.
Persija langsung ditantang dalam 72 jam ke depan. Tim dijadwalkan memulai lanjutan Super League usai jeda internasional dengan tandang ke markas PSIM Yogyakarta. Laga krusial ini akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu (10/7). Tekanan juara nasional yang baru diraih secara kolektif kini beralih menjadi tanggung jawab individu di level klub.
Analisis Redaksi
Dekrit Shin Tae-yong ini menandai pergeseran strategis dalam manajemen skuad timnas. Prioritas pada loyalitas klub dan performa di liga lokal atau regional menjadi filter objektif bagi pemain untuk mendapat tempat di tim nasional. Dengan menit bermain Jordi Amat dan Nadeo Argawinata yang minim, kedua pemain ini terdorong untuk memaksakan diri tampil reguler di Persija untuk tidak terpinggirkan dari rencana strategis pelatih.
Secara lebih luas, pendekatan ini menegaskan bahwa status juara FIFA ASEAN Cup 2026 bukanlah garansi tiket permanen ke skuad utama. Justru sebaliknya, euforia juara berisiko menjadi bumerang jika pemain tidak mampu menerjemahkan semangat itu menjadi performa konsisten di lintasan Super League. Persaingan di lini pertahanan dan gerbang yang biasanya didominasi pemain asing atau senior kini terbuka lebar bagi pemain lokal yang mampu menunjukkan keandalan taktik yang sama di level klub.
