Scarlett Johansson Jadi Detektif NYPD di Reboot The Exorcist: Martyrs
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Scarlett Johansson resmi memamerkan wajahnya sebagai Detektif Miller, seorang polisi NYPD yang menyiasati teka-teki pembunuhan berantai dalam teaser perdana film The Exorcist: Martyrs yang dirilis Selasa (6/10). Cuplikan berdurasi 16 detik itu mengonfirmasi peran sentralnya di balik proyek reboot horor klasik yang disutradarai Mike Flanagan, dengan latar belakang New York yang gelap dan penuh misteri.
Dalam narasi yang terekspos, karakter Johansson tidak sekadar berhadapan dengan monster, tetapi menyelidiki kasus kriminal nyata yang berujung pada eksekusi mati. Pelaku pembunuhan tersebut, Father Sunday (diperankan John Leguizamo), dijadwalkan dieksekusi, namun proses itu terganggu oleh intervensi gaib yang melibatkan dua sosok pastor. Ketegangan meningkat ketika ritual kuno mulai mengancam kehidupan pribadi sang detektif.
Tim medis spiritual yang menangani kasus ini dipimpin oleh Chiwetel Ejiofor sebagai Pastor William, pendeta penjara yang rutin melakukan pelayanan di dalam sel. Sementara itu, Laurence Fishburne berperan sebagai pastor yang menguasai ritual kuno dan dilibatkan secara mendesak. Ancaman supernatural ini tidak hanya menargetkan Miller, tetapi juga mengancam keselamatan ibunya, Diane Lane, serta putranya yang baru berusia 12 tahun, Jacobi Jupe.
Flanagan menjelaskan pendekatan alur cerita dengan mengadopsi konsep procedural crime, memadukan unsur horor eksorsisme dengan thriller pembunuh berantai bergaya Se7en atau The Silence of the Lambs. "Bagaimana bisa mengeksplorasi ide-ide itu dalam thriller pembunuh berantai dengan cara menggabungkan subgenre ini sedikit, dan memadukannya dengan apa yang kita sukai dari film seperti The Exorcist?" tutur Flanagan kepada media.
Sutradara tersebut menegaskan bahwa film ini akan tetap menyajikan adegan kerasukan iblis, namun naratifnya dirancang untuk melampaui formula horor klasik. "Film ini tetap punya satu tugas sesuai judulnya. Kami tentu harus menghadirkan hal itu. Namun harapannya ini jauh lebih dari sekadar cerita kerasukan biasa," beber Flanagan. Ia menekankan bahwa keterkaitan dengan misteri kriminal membawa kisah kerasukan keluar dari ruang privat menuju skala yang jauh lebih besar dan berdampak luas.
Flanagan juga menggarisbawahi bahwa The Exorcist: Martyrs adalah cerita yang berdiri sendiri (standalone), bukan upaya mengulang atau me-restart mahakarya William Friedkin tahun 1973. "Mereka justru melihat cerita di dalam semesta Exorcist yang belum pernah diceritakan sebelumnya, sesuatu yang unik di dalam waralaba ini dan membawanya ke arah yang sangat berbeda dari masa lalu," tegasnya. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 Maret 2027.
Analisis Redaksi
Langkah Mike Flanagan untuk memindahkan setting The Exorcist ke dalam kerangka procedural crime adalah manuver strategis yang cerdas. Dengan menggandeng aktor-aktor berkaliber seperti Johansson, Ejiofor, dan Fishburne, proyek ini tidak hanya berambisi memenuhi nostalgia penggemar, tetapi juga menarik audiensi yang biasanya mengabaikan genre horor murni. Pembauran elemen detektif dengan eksorsisme menciptakan lapisan naratif yang kompleks, di mana logika hukum berbenturan langsung dengan kekuatan supernatural yang tidak dapat dibuktikan di pengadilan.
Yang perlu diwaspadai adalah risiko overloading plot. Membawa pulang anggota keluarga detektif ke dalam pusaran kerasukan iblis adalah resep wajib untuk meningkatkan stakes, tetapi juga dapat memicu klise yang telah banyak dieksplorasi dalam film horor keluarga. Keberhasilan film ini sangat bergantung pada bagaimana Flanagan menyeimbangkan ketegangan investigasi kriminal dengan momen-momen horor yang menegangkan tanpa mengorbankan kedalaman karakter. Jika eksekusi tepat, ini bisa menjadi landasan kuat untuk ekspansi semesta Exorcist ke arah yang lebih dewasa dan sinematik.
