BTS dan Stray Kids Tunda Daftar Grammy 2027, Boikot Kategori Best Asian Pop Music Performance

Selebriti
Rio DewantoRio Dewanto
Sumber: CNN Selebriti
Rio Dewanto
Rio Dewanto
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

BTS dan Stray Kids Tunda Daftar Grammy 2027, Boikot Kategori Best Asian Pop Music Performance
BAGIKAN:

Kedua raksasa K-pop, BTS dan Stray Kids, memilih untuk tidak mendaftarkan karya mereka ke Grammy Awards 2027. Langkah ini diambil sebagai respons tegas terhadap kontroversi penetapan kategori baru Best Asian Pop Music Performance yang dianggap diskriminatif.

BTS lebih dulu mengambil inisiatif ini. Melalui media sosial pada 29 Juli 2027, para member menyatakan keputusan mereka secara terbuka. "Kami memutuskan untuk tidak mengirimkan karya ke Grammy tahun ini," tulis mereka dalam pernyataan singkat yang langsung mendapat perhatian warganet. Mereka menegaskan bahwa musik seharusnya didengar apa adanya, bukan dikotak-kotakan berdasarkan wilayah atau bahasa.

Stray Kids menyusul tidak lama kemudian. JYP Entertainment, agensi yang menaungi grup tersebut, mengeluarkan keterangan resmi yang mengonfirmasi pengosongan slot pendaftaran. "Stray Kids tidak mendaftarkan karya untuk Grammys," bunyi rilis resmi yang diberitakan Korea Times pada 5 Oktober 2024. Keputusan ini datang hanya sehari setelah Recording Academy secara resmi mempertahankan kategori kontroversial tersebut.

Organisasi penyelenggara Grammy berdalih bahwa dukungan terhadap kategori Asia pop ini lebih besar dibanding protesnya. Namun, kritik tajam justru muncul dari berbagai pihak. Kebijakan yang dicetuskan sejak Juni 2026 ini dinilai mengesampingkan musisi Asia dari kategori utama. Pengelompokan genre dianggap gagal merepresentasikan fakta bahwa K-pop telah menjadi kekuatan musik global yang tak terbendung.

Dampaknya terasa di tingkat personel. Seluruh delapan member Stray Kids memegang hak suara sebagai voting member di Recording Academy. Sementara itu, BTS memegang rekor lima nominasi dalam tiga tahun berbeda, mulai dari Dynamite di 2021 hingga tiga kategori sekaligus di 2023. Posisi kedua grup ini membuat keputusan boikot mereka menjadi sorotan utama dalam industri musik internasional. Sikap ini bahkan mendapat simpati sesama musisi, seperti Hongjoong dari ATEEZ yang mengakui secara privat sedikit setuju dengan langkah yang diambil BTS.

Analisis Redaksi

Keputusan kolektif ini mengirim sinyal keras bahwa industri K-pop tidak lagi bersedia menerima ruang yang dipaksa oleh kategori regional yang bersifat paternalistik. Boikot dua grup dengan posisi dominan seperti BTS dan Stray Kids menunjukkan bahwa tekanan dari basis penggemar dan manajemen telah cukup kuat untuk memaksa badan berserikat Recording Academy berpikir ulang.

Yang perlu diwaspadai adalah potensi terfragmentasinya diskusi industri musik Asia akibat kebijakan yang sudah terlanjur ditetapkan. Jika kategori Best Asian Pop Music Performance tetap dipertahankan, risiko teriskinya adalah musisi Asia diposisikan sebagai "lain" yang dipisahkan dari percakapan utama Grammy, meskipun karya mereka telah mendominasi tangga lagu global secara statistik.

Melihat kronologi yang jelas, langkah logis berikutnya adalah peninjauan ulang struktur kategori oleh Recording Academy pada pengumuman nominee tahun depan. Penghormatan terhadap karya yang telah terbukti memiliki jejak global, seperti sembilan puncak Billboard 200 milik Stray Kids, menuntut evaluasi apakah sistem kategori yang ada masih relevan atau justru telah menjadi penghambat bagi pertumbuhan musik non-Barat secara adil.

Meow! Tanya Nesi!
😸