As Roda Omoda 5 Patah Lagi di Malaysia, Sorotan ke Chery Makin Tajam
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.
Keandalan Chery Omoda 5 kembali dipertanyakan setelah insiden as roda belakang patah terjadi di Malaysia dan videonya viral di media sosial. Kejadian terbaru ini menambah daftar panjang masalah struktural pada SUV asal Tiongkok tersebut. Video yang beredar menunjukkan mobil melintang di jalan dengan posisi menyerong.
Komponen as roda belakang berikut kedua ban terlihat lepas total dari kendaraan. Akun Instagram Whats in China yang memposting rekaman tersebut mengidentifikasi kejadian berlangsung pada 6 Oktober 2026. Hingga saat ini, penyebab pasti kegagalan struktur tersebut masih menjadi pertanyaan. Pihak kepolisian maupun perwakilan Chery Auto Malaysia belum memberikan keterangan resmi.
Insiden ini bukan kasus pertama bagi Omoda 5. Pada tahun 2024, mobil model yang sama mengalami lepasnya las penyambung sumbu roda belakang di tengah jalan di Malaysia. Kasus tersebut sempat viral dan menarik perhatian publik hingga ke Indonesia. Kejadian tersebut mendorong perusahaan melakukan penarikan kembali atau recall.
Chery Auto Malaysia sebelumnya mengumumkan recall untuk unit Omoda 5 produksi 15 Agustus 2023. Perhatian recall kemudian diperluas mencakup unit produksi 14 dan 17 Agustus 2023, dengan total 600 unit. Perusahaan juga mengklaim akan melakukan pengecekan pada 540 unit lainnya. Kebijakan serupa diterapkan di Indonesia dengan melibatkan 420 unit Omoda 5 dalam program recall.
Bertahun-tahun pengalaman di lapangan menunjukkan, konsumen kini lebih selektif. Reputasi merek Tiongkok di segmen SUV sedang diuji. Insiden berulang di wilayah geografis yang sama menunjukkan perlu ada audit kualitas yang lebih ketat. Pengakuan resmi dari pabrikan menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan pasar yang mulai rapuh.
Analisis Redaksi
Secara logis, perulangan masalah teknis identik pada model yang sama mengindikasikan potensi cacat desain atau kontrol kualitas yang kurang ketat pada komponen krusial. Fakta bahwa insiden pertama terjadi di 2024 dan baru tuntas dengan recall tidak berarti masalah telah benar-benar solved. Kejadian di 2026 (menurut sumber video) menunjukkan adanya kegagalan sistemik atau kelalaian dalam implementasi perbaikan. Hal ini berbahaya bagi keselamatan pengguna.
Yang perlu diwaspadai adalah erosi kepercayaan konsumen terhadap merek kendaraan asal Tiongkok secara keseluruhan. Jika pabrikan lambat merespons atau tidak transparan, dampaknya bisa meluas ke model lain. Pasar otomotif sangat sensitif terhadap isu keselamatan. Keterlambatan respons otoritas terkait bisa memicu boikot konsumen yang lebih sadar risiko.
Langkah selanjutnya secara logis adalah investigasi independen yang melibatkan badan keselamatan berkendara. Pabrikan wajib membuka data teknis kegagalan as roda. Tanpa transparansi total, setiap insiden kecil di masa depan akan dipersepsikan sebagai skandal besar. Stabilitas pasokan spare part dan layanan purna jual juga harus menjadi fokus utama untuk mitigasi risiko reputasi.


