Stray Kids Boykot Grammy Awards, YJP Kosongkan Pendaftaran di Tengah Kontroversi Kategori Pop Asia

Selebriti
Nadia PutriNadia Putri
Sumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Stray Kids Boykot Grammy Awards, YJP Kosongkan Pendaftaran di Tengah Kontroversi Kategori Pop Asia
BAGIKAN:

Stray Kids resmi memboikot Grammy Awards ke-69 dengan tidak mendaftarkan karya musik mereka, sebuah keputusan tegas yang diambil di tengah gelombang protes terhadap pembentukan kategori baru Best Asian Pop Music Performance.

JYP Entertainment, agensi yang menaungi boy band tersebut, mengonfirmasi bahwa grup itu mengosongkan pendaftaran untuk ajang penghargaan musik paling bergengsi di Amerika Serikat tersebut. "Stray Kids tidak mendaftarkan karya untuk Grammys," tulis keterangan resmi agensi seperti diberitakan Korea Times pada Senin (5/10). Sikap kaku ini diumumkan kurang dari sehari setelah Recording Academy selaku penyelenggara memastikan bakal tetap mempertahankan kategori kontroversial itu.

Penyelenggara mengklaim dukungan terhadap kehadiran kategori anyar ini jauh lebih besar dibanding gelombang penolakan yang muncul. Keputusan Stray Kids tersebut terbilang mengejutkan mengingat grup ini dijagokan sebagai salah satu kandidat kuat. Posisi mereka di industri musik global tergolong masif, dengan rekor sembilan kali memuncaki tangga album Billboard 200, pencapaian terbanyak kedua untuk kategori grup sepanjang sejarah setelah The Beatles. Seluruh delapan member bahkan tercatat memegang hak suara sebagai voting member di Recording Academy.

Wacana pembentukan kategori musik pop Asia sendiri dicetuskan Recording Academy pada Juni 2026. Kategori ini dirancang untuk memberi ruang bagi musik populer Asia, termasuk K-pop, J-pop, hingga C-pop. Namun, kebijakan itu langsung memicu tanggapan kritis dari berbagai pihak karena dinilai diskriminatif dan berisiko mengesampingkan musisi Asia dari kategori-kategori utama Grammy.

Gelombang protes memuncak pada Juli lalu ketika BTS memutuskan menarik diri sepenuhnya dari pendaftaran di seluruh kategori Grammy ke-69. Dalam pesan bersama, tujuh anggota BTS menyatakan harapan agar karya musik dapat "didengar dan dicintai apa adanya, alih-alih dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa." Mundurnya dua raksasa K-pop ini kini mengarahkan sorotan ke grup-grup lain. Pentolan boyband ATEEZ, Hongjoong, menyuarakan pandangannya dalam wawancara bersama majalah Variety. "Tidak ada yang tahu pasti alasan sebenarnya. Namun bagi saya pribadi, sejujurnya saya sedikit setuju dengan langkah yang diambil BTS," tutur Hongjoong.

Analisis Redaksi

Boikot kolektif dari dua entitas terbesar di industri K-pop, BTS dan Stray Kids, mengirimkan sinyal kuat kepada industri musik global. Ini bukan sekadar protes administratif, melainkan perlawanan struktural terhadap cara barat mendefinisikan kategori musik populer. Ketika Recording Academy mempertahankan kategori "Asia" atas dasar klaim dukungan mayoritas, mereka mengabaikan argumen inti para musisi: bahwa pengkotakan berdasarkan wilayah justru membatasi akses ke pengakuan tertinggi seperti Album of the Year atau Record of the Year.

Yang perlu diwaspadai adalah efek domino pada legitimasi penghargaan tersebut. Jika dua grup dengan kekuatan komersial terbesar di Asia memilih absen, Grammy berisiko terfragmentasi. Bagi musisi Asia lain, pesan implisitnya jelas: tidak ada jalan untuk diakui di panggung utama jika kamu tetap terjebak di kategori regional. Ini menciptakan dilema bagi manajemen grup lain seperti ATEEZ yang masih "memikirkan posisi"; tetap mendaftar berarti menerima sekat tersebut, sementara memboikot berarti mengorbankan visibilitas di industri global.

Langkah logis selanjutnya dari Recording Academy seharusnya bukan mempertahankan kategori ini, melainkan merespons dengan keterbukaan tentang metodologi voting. Tanpa itu, mereka berisiko mengunci diri dalam gelembung eksklusivitas budaya Barat, justru pada saat musik global sedang mengalami integrasi tanpa batas genre dan wilayah. Keputusan Stray Kids menandai titik balik di mana kekuatan pasar K-pop cukup besar untuk memaksa penyesuaian aturan main, bukan sebaliknya.

Meow! Tanya Nesi!
😸