Pramono Anung Percepat Penanganan Sampah Jakarta via Saringan di 11 Sungai

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pramono Anung Percepat Penanganan Sampah Jakarta via Saringan di 11 Sungai
BAGIKAN:

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan akan memperluas fasilitas penanganan sampah kiriman dengan membangun Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) di 11 sungai utama di Ibu Kota. Langkah ini diambil untuk menangani sampah hulu secara lebih efektif sebelum bercampur ke sungai-sungai besar. "Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa kita akan mengembangkan penanganan yang seperti ini di 11 sungai yang ada di Jakarta," ujar Pramono ketika meninjau SSTBS di Jakarta Selatan, Senin (5/10).

Adapun 11 sungai yang menjadi target pemasangan penyaring sampah tersebut mencakup Kali Sunter, Cipinang, Jatikramat, Baru Timur, Baru Barat, Angke, Grogol, Krukut, Buaran, Kalimalang, dan Kali Cakung. Fasilitas ini meniru model SSTBS yang saat ini beroperasi di aliran Sungai Ciliwung. Fungsinya sangat spesifik, yaitu mengelola dan menyaring sampah kiriman sejak awal masuknya aliran sungai.

Menurut Pramono, di Sungai Ciliwung, fasilitas ini mampu menyaring hingga 30 persen sampah kiriman. "Sebagian untuk menjadi organik dan sebagian residu, sebagian lagi di-pressing untuk kebutuhan beberapa industri yang ada di sekitaran sini," ungkapnya. Sampah hasil saringan kemudian diproses lebih lanjut dan dikirim ke Ciangir dan Cilincing dalam bentuk kompos. Strategi ini memastikan sampah tidak lagi menumpuk di hulu yang seringkali menjadi penyebab banjir dan pencemaran.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya mengandalkan satu jenis fasilitas. Penanganan sampah didukung oleh ekosistem yang lebih luas, termasuk RDF Rorotan, RDF Bantar Gebang, fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), hingga TPS 3R. Kombinasi multi-fasilitas ini dirancang untuk memecah permasalahan yang selama ini terlihat rumit. Dengan demikian, penanganan sampah tidak lagi bersifat parsial.

Pramono menyatakan secara eksplisit perubahan paradigma dalam pengelolaan persampahan ibu kota. "Saya memberikan support sepenuhnya penanganan sampah di Jakarta yang selama ini masih bersifat parsial, sekarang mulai kita tangani secara lebih terencana," tegasnya. Perencanaan holistik ini menjadi fondasi utama agar infrastruktur yang dibangun tidak sekadar menjadi barang mewah, tetapi benar-benar mampu mengurangi beban lingkungan secara signifikan. Efisiensi dalam rantai pengelolaan sampah menjadi kunci keberhasilan program ini.

Analisis Redaksi

Langkah yang diambil oleh gubernur menunjukkan adanya pergeseran dari penanganan reaktif menjadi preventif. Selama ini, sampah kiriman di Jakarta sering kali hanya ditangani di hilir dengan biaya yang jauh lebih mahal dan dampak lingkungan yang lebih besar. Dengan membangun saringan di 11 sungai sekaligus, Pemprov DKI sedang memotong masalah di hulu. Ini adalah strategi logis untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Waduk Cengkareng dan Manggarai, dua titik krusial pembuangan akhir sampah air.

Kendala utama yang perlu diwaspadai bukan pada pembangunan fisik, melainkan pada perilaku masyarakat dan konsistensi pengawasan. Fasilitas semodern apa pun akan gagal jika tidak ada disiplin dari warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai. Selain itu, koordinasi antar-suku dinas dan kelurahan di sepanjang 11 sungai tersebut harus sangat ketat. Tanpa koordinasi yang solid, saringan sampah justru bisa menjadi titik sumbat baru yang memperburuk genangan saat musim hujan tiba.

Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada stabilitas pendanaan dan integrasi dengan sistem energi dan industri yang disebutkan. Jika sampah yang di-pressing benar-benar terserap oleh industri sekitar, maka model ini bisa menjadi solusi ekonomi sirkular. Namun, jika pasar untuk produk sampingan sampah tersebut lambat berkembang, risiko gagal bayar atau underutilization fasilitas menjadi ancaman nyata. Pantauan publik diperlukan untuk memastikan janji holistik ini tidak berhenti di atas kertas semata.

Meow! Tanya Nesi!
😸