Dede Sunandar Jalani CT Scan usai Kena Bogem Vicky, Bantah Insiden di Jambi Settingan
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Pertarungan yang seharusnya menjadi hiburan justru berujung ke ruang gawat darurat. Dede Sunandar kini sedang menjalani pemeriksaan CT scan di rumah sakit pada Senin (5/10) setelah sempat terkapar tak sadarkan diri akibat menerima tinju keras dari Vicky Prasetyo. Insiden ini terjadi di GOR Kota Jambi pada Sabtu (3/10) dalam acara Kapolda Fighter Match, yang memicu kehebohan di tengah arena.
Pagi harinya, Dede justru sudah kembali beraktivitas. Ia terlihat tengah syuting untuk program Trans TV, Pagi-Pagi Ambyar. Namun, aktivitasnya tidak berhenti di situ. Vicky yang juga tampil di acara tersebut, kemudian mengantarkan Dede ke rumah sakit untuk cek kepala. Sebelumnya, di Jambi, Dede hanya diperiksa bagian paru-paru. "Alhamdulillah, tadi sudah kelar Pagi-Pagi Ambyar. Dan sekarang Pak Vicky nganterin Dede buat ke rumah sakit untuk cek CT scan buat kepala," ujar Dede dalam unggahan Instagram Vicky.
Dalam rekaman tersebut, komedian 40-an tahun ini menyampaikan terima kasih mendalam kepada Vicky. Dede menilai Vicky tetap "memanusiakan manusia" meski baru saja melayangkan pukulan. "Di saat-saat pertandingan, kejadian itu, Pak Vicky masih ngurusin Dede dari ke ambulans. Jadi enggak tahu, pokoknya emang benar-benar blackout sampai rumah sakit," kata Dede. Ketulusan ini terlihat jelas dalam video yang beredar, di mana Vicky tampak menangis histeris memeluk tubuh Dede yang masih terkapar saat petugas medis menangani.
Terkait viralnya insiden ini, isu konser atau pertunjukan yang sebenarnya adalah pertandingan tinju, memicu spekulasi. Banyak netizen curiga bahwa bentrokan fisik tersebut adalah settingan untuk menaikkan pamor. Dede secara tegas membantah tudingan itu. "Buat teman-teman, ya memang ini kita fighting-nya itu benar-benar 2 lawan 1 dan tidak ada rencana sama sekali. Tidak ada settingan," tegasnya. Ia menjelaskan format pertandingan adalah Vicky satu lawan satu melawan tim Dede dan Bedu.
Dede menambahkan, momen tersebut terjadi di luar kendali siapa pun. "Namanya pukulan, kita gatau seberapa kerasnya. Dan mungkin itu waktu pas aku maju, mungkin emosinya masih memuncak ke Bedu. Tapi Dede yang maju dan memang tidak tau juga memang," jelas Dede. Ia juga membeberkan alasan mengapa ia tidak mengenakan pelindung kepala (headguard) yang seharusnya digunakan. "Awalnya juga disuruh pakai pelindung kepala. Cuma, kami karena berpikir have fun doang, enggak tahunya memang atmosfer di pertandingan, di GOR, sungguh meriah," tutupnya.
Analisis Redaksi
Peristiwa ini menyoroti batas tipis antara hiburan celebrity match dan olahraga kontak tinggi. Ketidakdisiplinan dalam penggunaan alat pelindung, yang disebabkan oleh mentalitas "bersenang-senang" atau have fun, berujung pada risiko cedera serius. Dede Sunandar sendiri mengakui kelalaian ini secara terbuka, sebuah pengakuan yang jarang terjadi di industri hiburan yang cenderung meromantisasi kekerasan ringan.
Secara jurnalistik, bantahan Dede terhadap isu settingan perlu dicermati. Dalam dunia glamour, publik sering kali skeptis terhadap cedera parah karena dianggap sebagai taktik marketing. Namun, detail kehadiran ambulans, penanganan medis di lokasi, dan proses berlarut-larut hingga CT scan menunjukkan bahwa insiden ini memiliki dinamika tak terduga yang melampaui skenario biasa. Tanggung jawab penyelenggara untuk menyediakan standard operating procedure yang ketat menjadi sorotan utama setelah kejadian ini.

