Belanda Kuasai Grup 2, Jerman Kian Terpuruk di Bawah Klopp
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Nasib dua raksasa Eropa di Grup 2 UEFA Nations League A berkebalikan. Belanda kembali menang 2-1 atas Serbia dan terus memimpin klasemen sementara, sementara Jerman gagal menang setelah ditahan imbang 0-0 oleh Yunani. Laga yang berlangsung dini hari ini mengukuhkan posisi Tim Oranye sebagai tim paling konsisten di grup, sementara Die Mannschaft terus berjuang keras di bawah asuhan Jurgen Klopp.
Belanda tampil tajam. Stadion Philips menjadi saksi dominasi penuh skuad asuhan Tim Oranye. Pada menit ke-15, percobaan Joey Veerman nyaris berbuah gol, namun dikawal rapat oleh kiper Serbia, Vanja Milinkovic-Savic. Penderitaan Serbia dimulai 16 menit kemudian. Teun Koopmeiners mengeksekusi tendangan bebas mendatar dari sisi kanan pada menit ke-31. Bola meluncur ke arah gawang tanpa bisa dijangkau oleh Milinkovic-Savic, mengubah skor menjadi 1-0 untuk tuan rumah.
Keunggulan Belanda hanya bertahan empat menit. Serbia langsung melancarkan serangan balik efektif. Pada menit ke-35, Aleksa Terzic mengirim umpan silang yang disambut sempurna oleh sundulan Mihajlo Cvetkovic. Bola bersarang di gawang Belanda, menyamamakan kedudukan menjadi 1-1. Suasana berubah dramatis, namun Belanda tidak mundur. Tekanan kembali diberikan. Hasilnya datang pada menit ke-72. Joshua Zirkzee menerima umpan dari Tijjani Reijnders dan dengan dingin menyelesaikan peluang di depan gawang Serbia. Skor akhir 2-1 memastikan tiga poin penuh bagi Belanda.
Kemenangan ini merupakan yang kedua bagi Belanda di Grup 2. Mereka kini mengoleksi 8 poin, hasil dari dua kemenangan dan dua kali imbang. Posisi mereka aman di puncak. Di sisi lain, Jerman sedang dalam momen berat. Di Stadion Toumbas, Die Manfred tidak bisa menembus pertahanan Yunani yang rapat. Sejak menit pertama, sundulan Georgios Masouras hampir membuat Yunani unggul, tetapi digagalkan oleh kiper Jerman, Jonas Urbig.
Jerman mencoba membalas dengan percobaan dari Florian Wirtz dan Derry Scherhant. Pada menit ke-32, Jonathan Burkardt tampak membobol gawang Yunani. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena handball dari Tom Bischof. Setelah itu, Jerman mendominasi penguasaan bola, namun ancaman nyata ke gawang Konstantinos Tzolakis sangat sedikit. Skor 0-0 bertahan hingga laga usai. Ini menjadi hasil kurang meyakinkan bagi Jerman. Dalam empat laga di Grup 2, mereka baru meraih satu kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan.
Analisis Redaksi
UEFA Nations League bukan sekadar kualifikasi biasa. Ia jadi tolok ukur kualitas skuad utama jelang Euro. Belanda menunjukkan kematangan. Mereka bisa menguasai tempo, menahan serangan balik, dan tampil klinis di depan gawang. Konsistensi ini penting untuk menjaga moral tim dan kepercayaan publik.
Jerman menghadapi masalah lebih serius. Klopp, yang dikenal dengan filosofi menyerang, kesulitan membuat timnya tampil efektif. Anulirnya gol oleh VAR menambah tekanan. Tim ini butuh penyelesaian akhir yang lebih tajam dan transisi yang lebih cepat. Satu lagi, jika mereka tidak segera menang dalam laga berikutnya, posisi mereka di grup akan kian terancam dan tekanan dari pelatih akan membesar.