Anggun C. Sasmi dan Prince Poetiray Hiasi Final Indonesia vs Thailand di SUGBK
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Anggun C. Sasmi dan Prince Poetiray menggebrak panggung Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) jelang duel final FIFA ASEAN Cup 2026, menciptakan atmosfer yang membara sekitar 30 menit sebelum laga Indonesia vs Thailand dimulai.
Pertunjukan seni ini menjadi pembuka yang megah untuk laga puncak pada Senin (5/10) pukul 19.30 WIB. Panggung dibuka oleh Prince Poetiray yang menyanyikan "Selalu Ada di Nadimu", soundtrack film terlaris Jumbo. Penyanyi muda tersebut tampil percaya diri dalam balutan jersey putih Timnas Indonesia.
Kemudian, giliran Anggun C. Sasmi mengambil alih panggung dengan membawakan lagu "Mimpi". Penampilannya kian memukau dengan dress emas dan blazer biru emas, diiringi efek lanton yang meramaikan suasana. Dengan tarikan napas panjang, ia kemudian menanggalkan blazer-nya dan menambahkan hiasan di kepala.
Langkah itu menjadi transisi untuk lagu "Snow on the Sahara". Anggun diramaikan oleh para penari yang mengenakan pakaian daerah Indonesia, menegaskan kebanggaan nasional di hadapan penonton. Kick-off pertandingan final ini dijadwalkan pada pukul 20.00 WIB di SUGBK.
Timnas Indonesia datang ke final dengan modal tiga laga fase grup yang menghasilkan tujuh poin. Rekapitulasinya solid: menang 2-0 atas Singapura, imbang 0-0 lawan Malaysia, dan pesta gol 9-2 atas Bangladesh. Di sisi lain, Thailand lebih dulu mengunci tiket final saat hanya baru menjalani dua pertandingan.
Negeri Gajah Putih mengumpulkan 6 poin sempurna dari dua laga awal Grup B, termasuk kemenangan krusial 2-0 atas Vietnam pada 29 September 2026. Meskipun posisi puncak klasemen mereka tak terkejar, mereka sempat menelan kekalahan 1-2 dari Filipina di laga terakhir fase grup.
Analisis Redaksi
Menjadikan konser sebagai pemanasan sebelum final adalah strategi hiburan cerdas untuk menjaga emosi penonton tetap memuncak sejak 30 menit sebelum kick-off. Perpaduan antara penampilan Anggun C. Sasmi dengan elemen budaya daerah dalam lagu "Snow on the Sahara" bukan sekadar pertunjukan, melainkan simbolis untuk menunjukkan identitas Indonesia di panggung olahraga regional.
Secara taktis, momentum ini krusial bagi Timnas Indonesia yang harus membuktikan konsistensi setelah hasil fase grup yang fluktuatif (dimulai dari menang, imbang, lalu telak). Thailand datang dengan ketenangan setelah mengunci tiket lebih awal, namun luka kekalahan dari Filipina bisa menjadi tekanan psikologis tersendiri.
Pergelaran ini menandai babak baru kompetisi ASEAN. Dengan atmosfer SUGBK yang dipanaskan secara maksimal melalui pertunjukan musik, kedua tim tidak hanya berlaga demi trofi, tetapi juga demi legitimasi status di kancah sepak bola Asia Tenggara. Fokus utama kini beralih kepada eksekusi lapangan saat peluit tanda dimulai dibunyikan.

