Kusuma Judi Gantikan Sarmuji di DPR Usai Dilantik Jadi Menteri Perindustrian
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji resmi melepas kursi Dewan Perwakilan Rakyat setelah dilantik sebagai Menteri Perindustrian oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10). Kekosongan itu langsung terjawab. Kusuma Judi Leksono, yang menempati peringkat ketiga perolehan suara Golkar di daerah pemilihan Jawa Timur VI pada Pemilu 2024, secara otomatis menjadi pengganti melalui mekanisme pergantian antar waktu.
Proses suksesi ini tidak berdiri di ruang hampa hukum. Ketentuan pergantian antar waktu telah diatur tegas dalam UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3. Pasal 242 ayat 1 menyebutkan bahwa anggota DPR yang berhenti antawaktu digantikan calon anggota DPR dari daerah pemilihan yang sama berdasarkan urutan suara terbanyak dari partainya. Aturan tersebut memotong segala spekulasi politik soal siapa yang berhak melangkah ke Senayan.
Kita perlu melihat kembali angka-angka Pemilu 2024 untuk memahami posisi Kusuma Judi. Di dapil Jawa Timur VI yang meliputi wilayah Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek, Golkar berhasil merebut dua dari 9 jatah kursi. Sarmuji memimpin dengan 183.045 suara. Heru Tjahjono menyusul di belakangnya dengan 90.569 suara. Keduanya lolos ke parlemen.
Kusuma Judi berada tepat di bawah mereka. Ia mengumpulkan 34.623 suara dan menempati peringkat tiga terbanyak di internal Partai Golkar dapil tersebut. Jarak suaranya dengan Heru Tjahjono memang cukup jauh. Namun logika undang-undang bekerja sangat mekanis: ketika nomor satu beranjak ke kabinet, nomor tiga naik mengisi kekosongan.
Sarmuji sendiri sudah buka suara soal transisi ini. "Kalau pengganti saya di DPR, Pak Kusuma," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan. Pernyataan singkat itu sekaligus mengunci nama Kusuma Judi sebagai wakil rakyat baru dari kawasan selatan Jawa Timur. Ribuan konstituen di empat kabupaten dan kota tersebut kini memiliki representasi yang berbeda di gedung parlemen.
Persoalan belum sepenuhnya tuntas. Sarmuji selama ini juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR. Jabatan strategis tersebut kini ikut lowong. Sarmuji memilih bungkam soal siapa penerusnya di pos komando fraksi. Dia menegaskan posisi tersebut masih akan dibahas oleh pengurus pusat partai. Pergantian ketua fraksi jelas bukan urusan administratif biasa karena menyangkut arah manuver politik Golkar di parlemen.
Analisis Redaksi
Kenaikan Kusuma Judi memperlihatkan bagaimana aritmetika pemilu bekerja tanpa kompromi. Suara 34.623 lembar yang semula hanya cukup untuk status cadangan kini berubah menjadi tiket masuk parlemen. Ini bukan hasil lobi atau manuver elit di balik layar, melainkan eksekusi murni dari Pasal 242 ayat 1 UU MD3. Mekanisme ini menjaga agar hak pilih warga di dapil Jawa Timur VI tidak hangus ketika wakil mereka ditarik ke eksekutif.
Yang patut diwaspadai adalah kekosongan ganda yang ditinggalkan Sarmuji. Kursi anggota dewan mungkin mudah diisi lewat sistem PAW. Tetapi jabatan Ketua Fraksi Golkar menuntut perhitungan politik yang jauh lebih rumit. Pengurus pusat partai harus segera menemukan figur yang mampu menyatukan berbagai faksi di internal DPR. Keterlambatan menentukan nahkoda fraksi bisa melemahkan posisi tawar Golkar dalam pembahasan undang-undang maupun pengawasan kebijakan menteri-menteri koalisi.
Langkah selanjutnya yang paling logis adalah konsolidasi cepat di tingkat DPP Golkar. Mereka harus menetapkan ketua fraksi baru sebelum masa sidang berikutnya berjalan penuh. Di sisi lain, Kusuma Judi menghadapi tantangan berat: membuktikan diri di parlemen tanpa modal popularitas sebesar pendahulunya. Publik di Blitar, Kediri, Tulungagung, dan Trenggalek akan mengukur kinerjanya sejak hari pertama ia mengucapkan sumpah jabatan.