Houthi Klaim Militer Saudi Bombardir Sanaa; Saudi Sebut Cegah Serangan Drone ke Madinah

Dunia
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Houthi Klaim Militer Saudi Bombardir Sanaa; Saudi Sebut Cegah Serangan Drone ke Madinah
BAGIKAN:

Kelompok Houthi Yaman mengklaim militer Arab Saudimelancarkan serangan udara ke ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lain pada Kamis (1/10). Kantor berita SABA yang dikelola Houthi melaporkan pesawat tempur yang diduga milik Arab Saudi menyerang Sanaa serta sejumlah lokasi di Provinsi Saada, Taiz, dan Amran. Namun, laporan tersebut tidak merinci lokasi yang menjadi sasaran serangan. Belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Secara terpisah, militer Yaman melaporkan 27 serangan udara menghantam posisi dan titik berkumpul kelompok Houthi di Provinsi Taiz, Yaman barat daya. Juru bicara militer Yaman, Kolonel Majid Abdullah al-Nuzaili, mengatakan serangan tersebut menyasar gudang rudal, pusat komando dan kendali, lokasi penyimpanan senjata dan pasokan, konsentrasi pejuang Houthi, serta kendaraan militer.

Menurut laporan Anadolu, Al-Nuzaili menyebut serangan itu menghancurkan puluhan kendaraan militer dan aset lainnya. Serangan tersebut juga dilaporkan menewaskan atau melukai sejumlah anggota Houthi. Di sisi lain, juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi, Brigadir Jenderal Turki Al Maliki, mengatakan sistem pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan drone serta rudal balistik yang mengarah ke kota Khamis Mushait dan Jazan.

Dalam pernyataan di platform X, Al Maliki menuding Houthi menyerang Pembangkit Listrik Taiba di Madinah, Arab Saudi, menggunakan drone dua hari sebelumnya. Konflik Yaman telah berlangsung sejak September 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya. Pada Maret 2015, koalisi negara-negara Arab pimpinan Arab Saudi mulai melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Pertukaran serangan udara ini menunjukkan eskalasi konflik yang belum mereda bertahun-tahun. Kedua belah pihak saling klaim keberhasilan dan kerugian secara sepihak, menciptakan kabut informasi di lapangan. Bagi publik, risiko ketidakpastian keamanan di Yaman dan Arab Saudi meningkat, memengaruhi stabilitas regional dan potensi gangguan logistik di sekitar Selat Hormuz yang vital bagi perdagangan global.

Analisis Redaksi

Pernyataan kontras antara SABA dan militer Yaman mencerminkan perang narasi yang intens. Houthi berusaha legitimasi internal dengan klaim serangan balik ke Sanaa, sementara pemerintah Yaman dan koalisi Saudi menekankan keberhasilan taktis menargetkan infrastruktur militer Houthi di Taiz. Klaim Al Maliki soal serangan drone ke pembangkit listrik di Madinah mengindikasikan Houthi memperluas jangkauan serangan ke wilayah Saudi yang sensitif secara strategis, meningkatkan risiko konflik lintas batas yang lebih luas.

Kemungkinan langkah selanjutnya bergantung pada respons diplomatik dan militer dari kedua pihak. Jika serangan udara berlanjut ke infrastruktur sipil, tekanan internasional untuk gencatan senjata dapat meningkat, meskipun potensi perundingan masih rendah akibat ketidakpercayaan yang mengakar sejak 2014. Waspada terhadap disinformasi dan klaim sepihak yang dapat memicu reaksi impulsif dari masing-masing pihak, memperpanjang siklus kekerasan tanpa penyelesaian substantif bagi rakyat Yaman.

Meow! Tanya Nesi!
😸