Suyudi Usulkan Jadi Kapolri, DPR Langsung Gelar Fit and Proper Test

Politik
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Suyudi Usulkan Jadi Kapolri, DPR Langsung Gelar Fit and Proper Test
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto resmi mengusulkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Comjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon pengganti Kapolri. Usulan ini disampaikan melalui surat presiden (Surpres) tertanggal 30 September kepada DPR untuk menguji kepatutan dan kelayakan Suyudi menggantikan Jenderal Listyo Sigit di pucuk pimpinan Polri.

Proses seleksi bergerak cepat. Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyatakan pihaknya langsung menggelar fit and proper test pada Kamis (1/10). "Pagi ini pimpinan DPR menerima surat dari presiden tertanggal 30 September perihal usulan pemberhentian dari jabatan dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri," ungkap Habiburokhman. Pantauan di lapangan menunjukkan Suyudi sudah terlihat duduk rapi di ruang komisi sekitar pukul 09.20 WIB, siap menjawab interogasi.

Saat diuji, Komisi III meminta Suyudi memaparkan visi, misi, dan poin-poin strategisnya. Habiburokhman membatasi waktu presentasi, "Waktunya cuma 10 menit ya paling banyak, kami persilakan." Kesiapan Suyudi menguji ketahanan manajerialnya yang terbangun dari karier panjang di bidang reserse dan struktural.

Latar belakang Suyudi menegaskan profilnya yang berpengalaman. Lulusan Akpol 1994 ini lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973. Sepanjang kariernya, ia menduduki berbagai posisi strategis di reserse, mulai dari Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat dan Selatan, hingga Kapolsek Metro Tanah Abang dan Penjaringan. Naiknya pangkat menantangnya menjadi Kapolres pada 2014–2017, mencakup wilayah Majalengka, Bogor, dan Jakarta Pusat.

Sejak 2017, Suyudi memasuki lingkaran Bareskrim Polri sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber. Prestasinya berlanjut saat menjabat Wakapolda Metro Jaya (2023) dan Kapolda Banten (2024). Sebelum mengajukan diri ke Prabowo, ia mengalami mutasi singkat menjadi Pati Bareskrim Polri pada 2025, lalu dilantik menjadi Kepala BNN pada 25 Agustus 2025, menggantikan Komjen Pol Martinus Hukom. Pergantian jabatan ini membawa perubahan signifikan bagi struktur keamanan nasional, mengingat mantan Kepala BNN kini memegang kendali atas institusi kepolisan dengan tantangan ancaman narkotika yang masih kompleks.

Analisis Redaksi

Pemilihan Suyudi, seorang profesional dengan rekam jejak di bidang narkotika, mengirim sinyal tegas dari Istana terkait prioritas pemberantasan narkoba. Langkah mendesak fit and proper test pada hari yang sama menunjukkan urgensi pengisian jabatan Kapolri untuk menjaga stabilitas. Keputusan ini menggeser dinamika internal Polri dari figur yang telah lama di tubuh institusi menuju profesional dengan spesialisasi teknis.

Publik perlu waspada terhadap implikasi transisi kepemimpinan yang sangat cepat. Pergantian dari Kepala BNN ke Polri menuntut adaptasi strategis terhadap tantangan keamanan multidimensi. Komplementaritas antara mantan Kapolda Banten dan latar belakang reserse harus diuji secara kritis dalam sidang komisi untuk memastikan kesiapan menghadapi tantangan kriminalitas di tingkat nasional.

Langkah logis selanjutnya adalah DPR menelusuri rekam jejak moral dan kompetensi Suyudi secara lebih dalam. Jika lolos, transisi akan berjalan mulus, namun kritik terhadap proses yang tergesa-gesa bisa memicu eskalasi di media sosial. Institusi harus membuktikan bahwa kecepatan proses tidak mengorbankan kualitas kepemimpinan penerus Kapolri di era yang penuh tantangan.

Meow! Tanya Nesi!
😸