Reshuffle Ketujuh: Sugiono Jadi Menko PMK, Listyo Sigit Pindah ke KSP
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Presiden Prabowo Subianto resmi merombak Kabinet Merah Putih untuk ketujuh kalinya pada Kamis (1/10), dengan mengangkat Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta memindahkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Pergantian pejabat strategis ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 104 B Tahun 2026 yang menandai penataan ulang kekuasaan eksekutif secara signifikan hanya berselang sebulan dari perombakan sebelumnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kini dipercaya memegang portofolio baru sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sementara posisi Menteri Luar Negeri yang ditinggalkan Sugiono diisi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir. Dudung Abdurrahman mengambil alih kursi Menko Polkam menggantikan Djamari Chaniago, sedangkan Muhammad Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian dalam komposisi kabinet yang semakin padat dengan nomenklatur hilirisasi.
Rombakan kali ini juga menyasar jajaran wakil menteri dengan penunjukan Drajat Hari Wibowo sebagai Wamenko Perekonomian dan dua nama sekaligus untuk posisi Wakil Menteri Keuangan, yakni Nur Purnomo serta Luki Alfirman. Sektor pertanian dan kelautan turut mendapat penyegaran melalui pelantikan Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Irwan Meylano sebagai Wakil Menteri Kehutanan, Kelautan, dan Perikanan guna memperkuat implementasi program prioritas presiden.
Pergeseran paling mencolok terjadi di institusi kepolisian ketika Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto ditunjuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, sebuah rotasi yang jarang terjadi di tengah masa jabatan. Listyo kemudian dialihkan ke lingkaran istana sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan posisi yang sebelumnya tidak disebutkan dalam konteks pergantian ini, sehingga menegaskan kepercayaan pribadi presiden terhadap jenderal bintang empat tersebut.
Ini merupakan reshuffle ketujuh sejak Prabowo menjabat, melanjutkan pola evaluasi berkala yang terakhir kali dilakukan bulan lalu saat mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pada 14 September 2026, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara telah lebih dulu dilantik menjadi Menkeu, menunjukkan bahwa dinamika pengelolaan ekonomi dan stabilitas politik tetap menjadi fokus utama istana dalam menjaga kinerja Kabinet Merah Putih.
Analisis Redaksi
Penempatan Sugiono di Kemenko PMK dan perpindahan Listyo Sigit ke KSP mengindikasikan konsolidasi kendali presiden atas agenda pembangunan manusia dan koordinasi internal istana yang lebih ketat. Rotasi Kapolri ke posisi staf kepresidenan bukan sekadar promosi administratif, melainkan sinyal bahwa presiden membutuhkan figur tepercaya untuk menjembatani komunikasi antara istana dan kementerian, terutama setelah serangkaian evaluasi kabinet yang berlangsung intensif sepanjang tahun 2026.
Frekuensi reshuffle yang mencapai tujuh kali dalam periode singkat mencerminkan gaya kepemimpinan yang sangat cair dan berorientasi pada hasil cepat, namun juga berpotensi menciptakan ketidakpastian birokrasi di tingkat pelaksana. Publik perlu mewaspadai apakah pergantian pejabat setingkat menko dan kapolri ini benar-benar berdampak pada akselerasi program hilirisasi dan transisi energi, atau justru memicu adaptasi berulang yang memperlambat realisasi target pembangunan.
Langkah selanjutnya yang logis adalah memantau bagaimana para pejabat baru mengisi kekosongan kebijakan yang mungkin timbul akibat transisi mendadak, khususnya di sektor keamanan dan perekonomian yang sensitif terhadap stabilitas. Keberhasilan reshuffle ini tidak akan diukur dari seremonial pelantikan, melainkan dari kemampuan formasi baru kabinet mempertahankan momentum kerja tanpa mengorbankan kontinuitas layanan publik yang menjadi hak dasar masyarakat.
