BNPB Optimalkan Pendinginan Lahan untuk Cegah Api Gambut Kembali Muncul di Musim Kemarau

Berita Nasional
Rina WijayaRina Wijaya
Sumber: Antara News
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

BNPB Optimalkan Pendinginan Lahan untuk Cegah Api Gambut Kembali Muncul di Musim Kemarau
BAGIKAN:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan dengan mengoptimalkan empat strategi utama: pemadaman, penyekatan, pembasahan, dan pendinginan lahan gambut. Langkah ini diambil untuk mencegah munculnya api susulan yang kerap berkepanjangan dan sulit dipadamkan secara konvensional. BNPB menyatakan bahwa api gambut memiliki karakteristik khusus yang memerlukan pendekatan berbeda dari kebakaran lahan mineral biasa.

Pemadaman api gambut bukan sekadar membasahi permukaannya, tetapi harus sampai ke dalam lapisan tanah gambut untuk menghentikan reaksi pembakaran. Pendinginan lahan menjadi kunci agar suhu di dalam lapisan gambut tidak kembali memanas akibat paparan panas matahari. Tim di lapangan harus memastikan bahwa api benar-benar padam total, bukan hanya terlihat mati dari permukaan. Jika tidak, api dapat muncul kembali dalam hitungan hari saat suhu kembali naik.

Selain pemadaman, penyekatan juga dilakukan untuk mencegah api merambat ke area yang belum terbakar. Teknik ini melibatkan pembuatan parit tanah atau barrier dari material yang sulit terbakar. Sementara itu, pembasahan dilakukan secara intensif untuk meningkatkan kadar air pada lapisan gambut. Kombinasi ketiga langkah ini, ditambah pendinginan, membentuk siklus penanganan yang lengkap dan efektif. BNPB menekankan bahwa keempat metode ini harus dijalankan secara bersamaan, bukan bergantian.

Apa yang membedakan api gambut dari kebakaran hutan biasa? Gambut adalah lapisan tanah organik yang terbentuk ribuan tahun lalu dan memiliki kandungan karbon sangat tinggi. Ketika terbakar, api dapat menjalar di bawah permukaan tanah tanpa terlihat dari atas. Inilah yang membuat api gambut sangat berbahaya dan sulit dipadamkan. Asap yang dihasilkan juga mengandung partikel halus yang berdampak serius pada kesehatan pernapasan masyarakat sekitar. Api gambut sering menjadi penyebab utama asap tebal yang melanda wilayah tertentu selama musim kemarau.

Masyarakat di sekitar lahan gambut juga perlu waspada terhadap potensi kekambuhan kebakaran. BNPB mengimbau agar warga tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Penggunaan api untuk pembersihan lahan sangat berisiko dan dapat memicu kebakaran yang meluas. Edukasi publik terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa gambut yang terbakar tidak bisa dipadamkan dengan cara biasa. Kesadaran kolektif menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan di tingkat akar rumput.

Analisis Redaksi

Langkah BNPB mengoptimalkan pendinginan lahan menunjukkan bahwa otoritas tanggap darurat sedang menyesuaikan strategi dengan karakteristik teknis kebakaran gambut. Ini bukan pendekatan baru, tetapi peningkatan kualitas eksekusi. Penekanan pada pendinginan menandakan bahwa BNPB telah belajar dari insiden-insiden sebelumnya di mana api yang dianggap padam ternyata masih menyala di bawah permukaan dan meledak kembali. Ini adalah bentuk adaptasi berbasis data lapangan yang perlu didukung dengan logistik yang memadai.

Yang perlu diwaspadai adalah efektivitas pembasahan yang bergantung pada ketersediaan air dan infrastruktur. Jika musim kemarau panjang atau curah hujan rendah, kemampuan pembasahan akan terbatas. Di sinilah pendinginan menjadi lebih penting sebagai langkah preventif. Tanpa infrastruktur yang cukup, upaya BNPB bisa terjebak dalam siklus padam-kabut-padam lagi. Diperlukan sinergi dengan sektor lainnya, termasuk pengatur irigasi dan penataan tata air, untuk memastikan kelembaban gambut tetap terjaga.

Secara logis, langkah selanjutnya harus mencakup evaluasi berkala terhadap efektivitas pendinginan di setiap titik kebakaran. Data harus dicatat dan dianalisis untuk memahami pola kekambuhan. Jika metode ini terbukti efektif, ia bisa diadopsi sebagai standar operasional prosedural untuk penanganan kebakaran gambut di masa depan. Publik perlu dilibatkan dalam pemantauan agar tidak ada api yang muncul tanpa terdeteksi.

Meow! Tanya Nesi!
😸