ESI Nilai Mobil Listrik Opsi Terdepan Tingkatkan Ketahanan Energi Nasional
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.
Managing Director Energy Shift Institute (ESI) Putra Adhiguna menegaskan bahwa adopsi kendaraan listrik merupakan langkah strategis paling tepat untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Pernyataan ini dilontarkan saat mengamati perkembangan infrastruktur pendukung di Tanah Air, tepatnya di sekitar area spkiu perdana di Kota Tangerang. Kehadiran stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di kawasan tersebut menjadi tolok ukur kesiapan ekosistem kendaraan listrik yang mulai matang.
Putra Adhiguna melihat bahwa pergeseran dari bahan bakar fosil ke listrik bukan sekadar tren global, melainkan kebutuhan mendesak di tingkat lokal. Dengan bergantung pada listrik yang dapat dihasilkan dari sumber dalam negeri, ketergantungan pada minyak impor bisa ditekan secara signifikan.
Infrastruktur yang mulai tersebar, seperti yang terlihat di Kota Tangerang, menjadi fondasi krusial untuk mempercepat transisi ini. Tanpa jaring pengaman stasiun pengisian yang memadai, potensi manfaat kendaraan listrik bagi keamanan energi nasional akan sulit terwujud secara maksimal.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya menekan emisi karbon dan mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan yang mulai masuk ke dalam listrik yang tersedia harus mampu mengimbangi pertumbuhan armada kendaraan listrik agar tidak terjadi defisit pasokan di jam-jam sibuk.
Secara logis, investasi pada kendaraan listrik adalah investasi ganda. Di satu sisi, ini mengurangi devisa negara untuk biaya impor BBM. Di sisi lain, ini menciptakan pasar baru bagi teknologi dan jasa energi terbarukan. Kunci keberhasilannya terletak pada sinkronisasi kebijakan insentif kendaraan listrik dengan ketersediaan daya listrik yang bersih dan terjangkau bagi kelas menengah.