John Herdman Coret Klok, Beckham, dan Reijnders: Taktik FIFA ASEAN Cup Berbeda dengan AFF

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Sumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

John Herdman Coret Klok, Beckham, dan Reijnders: Taktik FIFA ASEAN Cup Berbeda dengan AFF
BAGIKAN:

John Herdman memutuskan mencoret Marc Klok, Beckham Putra, dan Eliano Reijnders dari skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Keputusan ini mengejutkan publik mengingat ketiga pemain Persib Bandung tersebut sebelumnya masuk daftar pemain untuk Piala AFF 2026. Pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa peniadaan mereka murni karena kebutuhan taktik, bukan masalah personal.

"Untuk pemain-pemain yang tidak terpilih, pintu selalu terbuka. Seperti yang sudah saya katakan kepada mereka, penampilan mereka di level klub dan perjalanan karier mereka akan terus berbicara," kata Herdman dalam sesi konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (24/9). Herdman menekankan bahwa dua turnamen ini memiliki karakter berbeda. FIFA ASEAN Cup berada di bawah kalender internasional, berbeda dengan Piala AFF yang tidak termasuk periode tersebut.

"Piala AFF sangat berbeda dengan turnamen ini. Ini adalah skuad gabungan dari kalender internasional Maret dan Juni. Ada tim untuk FIFA ASEAN Cup dan tim untuk Piala AFF. Kita tinggal lihat mana yang lebih bersinar," ujarnya. Herdman menjelaskan bahwa pemilihan pemain didasarkan pada kemampuan di lapangan, bukan profil individual semata. "Saya tidak mencari pemain karena profil, tapi apa yang bisa mereka lakukan di lapangan," tambahnya, menggarisbawahi pentingnya performa tim secara kolektif.

Kesibukan klub dan kebutuhan rotasi pemain mungkin menjadi faktor tak tertulis di balik keputusan ini. Namun, untuk saat ini, Herdman memegang kendali penuh atas strategi timnas untuk turnamen berskala FIFA ini. Bagi pemain yang dicoret, tekanan untuk membuktikan diri di kompetisi klub akan menjadi ujian nyata sebelum dipanggil kembali. "Pintu selalu terbuka untuk pemain manapun," tegas Herdman, memberikan angin segar bagi para pemain.

Nasib skuad Garuda akan diuji segera di laga perdana grup. Timnas Indonesia dijadwalkan memulai perjuangan di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan melakoni laga perdana melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/) pukul 20.00 WIB. Penampilan tim di laga ini akan menjadi barometer langsung apakah rotasi pemain yang dilakukan Herdman tepat atau justru melemahkan daya serang tim.

Analisis Redaksi

Keputusan Herdman ini mencerminkan pergeseran strategi timnas yang kini harus membedakan pendekatan untuk turnamen kaleng internasional dan lokal. Dengan FIFA ASEAN Cup yang kini resmi berada di kalender FIFA, standar taktikal dan intensitas permainan dituntut lebih tinggi. Sisi ini memaksa pelatih untuk memilih formasi dan pemain yang sesuai dengan tuntutan kompetisi yang lebih ketat, bahkan jika artinya menyisihkan pemain-pemain lokal yang sebelumnya menjadi andalan di Piala AFF.

Yang perlu diwaspadai adalah potensi fragmentasi dalam skuad. Pembagian tim secara terpisah untuk dua turnamen berbeda berisiko menciptakan dua identitas permainan yang berbeda di dalam satu tim nasional. Jika rotasi pemain ini terjadi terlalu sering, konsistensi taktikal timnas bisa terganggu. Namun, Herdman telah memberikan peringatan jelas: performa di lapangan adalah satu-satunya kriterianya.

Langkah logis berikutnya adalah bagaimana timnas menangani dinamika internal pasca keputusan ini. Laga melawan Singapura menjadi panggung pembuktian bagi skuad baru Herdman. Jika tim mampu tampil solid dan memenangkan pertandingan, keputusan rotasi ini akan diterima dengan baik. Sebaliknya, jika performa menurun, Herdman akan menghadapi tekanan besar dari media dan publik untuk mempertahankan pemain-pemain senior seperti Klok dan Beckham di skuad inti.

Meow! Tanya Nesi!
😸